POJOKSATU.ID — Kebakaran besar yang melanda tujuh blok apartemen di Hong Kong menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.

Dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Konjen RI Hong Kong memastikan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman.

Baca Juga: Cek Alur Pembelajaran UKPPPG yang Benar dari Pembukaan hingga Penutup

Dalam pernyataan resmi yang diterima Kamis (27/11), KJRI Hong Kong menyebut total ada empat WNI yang terdampak langsung dari kebakaran hebat tersebut.

"Hingga saat ini, dua orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Semua korban merupakan Pekerja Migran Indonesia sektor domestik," demikian pernyataan KJRI.

Peristiwa tragis itu terjadi saat renovasi beberapa blok apartemen tengah berlangsung.

Baca Juga: Purbaya Meledak, Bea Cukai Dikasih Waktu 1 Tahun, Kalau Gagal Siap-Siap Dibekukan!

Banyak perancah bambu dipasang di bagian luar bangunan, yang diduga membuat api cepat menyebar ketika kebakaran mulai muncul.

Kompleks hunian bertingkat tinggi itu menjadi lokasi dengan risiko besar karena kepadatan penghuni serta terbatasnya akses evakuasi.

Otoritas Hong Kong menyebut kebakaran ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah kota tersebut.

Baca Juga: Regulasi Transportasi Online Dibahas Kemnaker, Penolakan Driver Menguat di Banyak Kota

Tingginya hunian vertikal serta penggunaan perancah bambu dalam proyek konstruksi dianggap ikut memperburuk situasi.

Api dengan cepat membungkus bangunan dan membuat penghuni kesulitan menyelamatkan diri.

KJRI Hong Kong bertindak cepat setelah laporan korban WNI diterima.

Tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi para pekerja migran yang tinggal di area terdampak.

Baca Juga: Imigrasi Resmikan Desa Ancara Jadi Desa Binaan

Selain itu, KJRI juga membuka jalur komunikasi darurat bagi para WNI lain yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait keluarga mereka.

Setelah melakukan koordinasi dengan Hong Kong Police Force (HKPF), KJRI memastikan proses identifikasi korban berjalan sesuai prosedur.

Untuk dua WNI yang mengalami luka-luka, kondisi keduanya sedang mendapatkan penanganan medis dari rumah sakit setempat.

Baca Juga: DAM Gelar Cari Aman Skill Competition 2025, Tantang Peserta Uji Etika dan Kemampuan Berkendara

Insiden ini kembali menyoroti rentannya pekerja migran di luar negeri yang tinggal di kawasan hunian padat dan bertingkat.

Banyak PMI menempati apartemen lama atau bangunan yang masih dalam proses renovasi, yang kerap memiliki tingkat keamanan rendah.

Organisasi migran internasional dan pemerintah Indonesia turut menekankan pentingnya evaluasi keselamatan bangunan bagi para pekerja migran yang tinggal di kota-kota besar seperti Hong Kong.

Tragedi kebakaran ini juga menjadi pengingat bahwa perlindungan dan keselamatan PMI harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Bersekongkol Demi Judol, Karyawan Minimarket dan Pacarnya Gasak Rp6,6 Juta di Bandara Soetta

Selain memfasilitasi kebutuhan konsuler, pemerintah diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap standar keamanan tempat tinggal para pekerja Indonesia.

KJRI Hong Kong menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya dua WNI tersebut dan berkomitmen memberikan pendampingan penuh, termasuk dalam proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.***