POJOKSATU.id, JAKARTA—Kabar terbaru disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Ali Bagheri Kani, terkait serangan rudal Iran ke Israel. Hingga kini Israel belum membalas serangan itu.
Wamenlu Iran Ali Bagheri Kani memberi peringatan penting kepada Israel dan meminta Israel agar jangan sampai membuat kesalahan lagi di kemudian hari.
Apabila Israel membuat kesalahan fatal terhadap Iran khususnya, maka Iran tak segan-segan melakukan serangan balik dalam hitungan detik.
Serangan Iran pada hari Sabtu mencatat sejarah sebagai Serangan langsung pertama Iran terhadap Israel.
Baca Juga: Perang Bukan
Permusuhan antara kedua negara sudah terjadi selama beberapa dekade sejak Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979.
Serangan rudal Iran ke Israel itu terjadi tidak lama setelah dugaan serangan yang dilakukan Israel di Suriah yang menyebabkan tewasnya dua jenderal Iran di sebuah gedung konsulat.
Dilansir dari laman forexlive, Iran bahkan tidak akan menunggu waktu lama melakukan serangan balik jika Israel kembali berulah.
Iran tidak akan menunggu waktu 12 hari, 1 hari atau satu jam untuk melakukan serangan balik ke Israel.
Menurut laporan yang ada, serangan menuju Israel yang berikutnya akan dilakukan dalam hitungan detik dan sudah disetujui oleh pihak Iran.
"Iran mengatakan akan merespons kemungkinan serangan balasan Israel 'dalam hitungan detik'," tulis pernyataan dari situs forexlive, dikutip pada Selasa, 16 April 2024.
Sementara itu, dilansir dari laman AP News bahwa panglima militer Israel mengonfirmasi negaranya akan segera menanggapi serangan yang dilancarkan oleh Iran.
Iran sebelumnya mengirimkan serangan dengan melibatkan ratusan drone, rudal balistik, dan rudal jelajah.
Meskipun mendapat desakan dari para pemimpin dunia untuk menahan diri, Israel bersiap untuk merespons dengan tegas.
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, menyerukan semua pihak untuk tetap tenang guna mencegah eskalasi kekerasan di Timur Tengah.
Sementara Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berupaya meyakinkan Israel agar tidak merespons dengan cara yang dapat memperburuk situasi.
Menurut juru bicara militer Israel, sebanyak 99% drone dan rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat.
Konflik antara Israel dan Iran telah berlangsung selama enam bulan dalam perang melawan militan Hamas di Jalur Gaza.
Perang ini dipicu oleh serangan lintas batas dari Hamas dan Jihad Islam, kedua kelompok militan yang didukung oleh Iran, pada tanggal 7 Oktober yang menyebabkan kematian 1.200 warga Israel dan penculikan 250 orang lainnya.
Serangan balasan Israel di Gaza telah menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan lebih dari 33.700 orang, menurut laporan dari pejabat kesehatan setempat.***

