POJOKSATU.id, JURNALIS ternama yang bertugas di Gaza, Palestina, bernama Wahel Al Dahdouh, mengalami luka parah, Jumat, 15 Desember 2023.
Jurnalis senior di Gaza ini terluka di bagian lengan dan dada. Itu terjadi di tengah-tengah tugasnya melaporkan pemboman di kawasan sekolah United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) atau Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sekolah PBB yang terletak di Khan Younis, Gaza Selatan itu telah ditargetkan bom oleh tentara Israel. Dalam serangan yang terjadi hari ini, terdapat 12 warga sipil tewas.
Baca Juga: Pengamat Ini Ungkap Sosok Kepribadian Capres Prabowo Subianto, Termasuk Alasan Naiknya Elektabilitas
Dilansir dari video postingan akun Instagram @eye.on.palestine, yang selalu update kondisi di Palestina, terutama Gaza, Wahel tampak terbaring lemah di tengah penanganan medis.
Terlihat lengan dan dadanya berdarah, begitu juga rompi press yang selama ini dipakai untuk menandakan profesinya sebagai jurnalis. Diduga peluru ditembakkan hingga menembus rompinya.
"Jurnalis Palestina terluka saat melaporkan kejadian pemboman tentara Israel yang menargetkan UNRWA School di Khan Younis, Gaza Selatan," demikian keterangan akun itu.
Tak hanya itu, video lain juga merekam fotografer bernama Mostafa Alkharaouf dipukul sekelompok tentara Israel yang membawa senjata. Dia dipukuli saat menjalankan tugasnya di Wadi Jouz Neighborhood di Kota Jerusalem.
Mostafa mengalami luka-luka dan berhasil dievakuasi dalam ambulans dan mendapatkan perawatan.
Puluhan jurnalis dilaporkan meninggal dunia saat konflik Palestina-Israel yang memanas pada 7 Oktober 2023.
Para jurnalis inipun tak jarang diminta hengkang dari Gaza agar tak melaporkan yang terjadi. Mereka juga diteror dan dicap teroris serta Pro Hamas.
Wahel Al Dahdouh sendiri telah kehilangan anggota keluarganya karena bom yang dilakukan Israel bulan lalu.
Selain Wahel, saat ini beberapa jurnalis dan vlogger masih bertahan dan melaporkan yang terjadi di Gaza. Diantaranya, Motaz Azaiza, Wizard Bisan, Plestia Alaqad, Saleh Jafarawi, Mohammed Al Masri dan beberapa lainnya.
Sementara itu dilansir dari Al Jazeera, setidaknya 12 orang tewas, dan sekira 25 orang terluka dalam serangan di Khan Younis.
Koresponden Al Jazeera di Gaza mengatakan perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban menyusul pemboman besar-besaran di dekat sekolah UNRWA yang menampung para pengungsi.
Israel terus melanjutkan serangannya di Jalur Gaza, termasuk di dekat rumah sakit dan di wilayah selatan yang terkepung di mana operasi darat semakin intensif.
Berdasarkan data tanggal 14 Desember, di Gaza sebanyak 18.608 warga tewas, termasuk 7.729 anak, 5.153 wanita, lebih dari 50.594 terluka dan 7.780 orang hilang.
Kemudian, di Tepi Barat yang tidak terdapat Hamas juga diduduki zionis Israel. Dan, ada 286 warga tewas, lebih dari 3.365 terluka akibat serangan penjajah
Israel.
Sedangkan, pejabat Israel melaporkan warga mereka 1.147 orang tewas dan 8.730 terluka. ***
