POJOKSATU.id, JAKARTA— Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyebut jika Iran menutup Selat Hormuz akan menyebabkan eskalasi besar-besaran dari AS dan negara lain.
Menlu AS berharap Iran tidak menutup Selat Hormuz yang dilewati 20 persen minyak dunia itu. Jika Iran menutup selat, maka menurut AS, yang paling terdampak adalah Iran sendiri.
"Jika mereka melakukan itu, hal itu akan menjadi kesalahan terbesar lainnya. Itu akan menjadi bunuh diri ekonomi bagi mereka jika mereka melakukannya,” kata Rubio dalam wawancara dengan program Fox News "Sunday Morning Futures with Maria Bartiromo".
Amerika Serikat mengaku memiliki pilihan untuk mengatasi masalah ini jika Iran menutup selat tersebut.
“Dan kami memiliki opsi untuk mengatasinya, tetapi negara-negara lainnya juga harus mempertimbangkannya," sebutnya lagi.
Mendengar info mengenai Selat Hormuz yang mau ditutup Iran ini, dia pun meminta Pemerintah China turun tangan untuk menghubungi Iran.
"Saya mendorong pemerintah China di Beijing untuk menghubungi mereka tentang hal itu, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka," ucap Rubio lagi dalam wawancara dengan Fox News tersebut.
Baca Juga: Pengamat Ungkap Bola Pemakzulan Gibran di Tangan Parpol DPR, 2 Hal Bisa Dijadikan Dasar Pelengseran
Sebelumnya, Parlemen Iran disebut setuju langkah penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS terhadap tiga situs nuklir di negara Islam tersebut.
Anggota Parlemen dan Komandan Garda Revolusi Esmail Kosari mengatakan kepada Young Journalist Club pada Minggu (22/6) bahwa hal itu ada dalam agenda dan akan dilakukan kapan pun diperlukan.
Sebelum serangan AS yang berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat, Iran mengatakan akan menutup Selat Hormuz sebagai cara untuk membalas musuh-musuhnya, kata seorang anggota Parlemen senior, meskipun anggota Parlemen kedua mengatakan ini hanya akan terjadi jika kepentingan vital Teheran terancam.***

