POJOKSATU.ID - Pernyataan mengejutkan datang dari Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine.

Ia menegaskan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran bukanlah tanda berakhirnya konflik, melainkan hanya jeda sementara dalam peperangan.

Dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon, Virginia, Rabu (8/4/2026), Caine menyebut militer AS tetap berada dalam kondisi siaga penuh.

Baca Juga: Diduga Cemari Lingkungan, LKBH BIBIT Desak Penutupan Sementara Dapur MBG di Desa Beringin Cirebon

Ia menekankan bahwa potensi konflik lanjutan masih sangat terbuka.

“Gencatan senjata ini bukan akhir perang. Ini hanya jeda,” tegasnya.

Caine juga mengklaim bahwa operasi militer AS telah mencapai target utama di Iran. Ia menyebut lebih dari 13 ribu sasaran berhasil dihancurkan selama operasi berlangsung.

Baca Juga: Tantangan Konektivitas di 17.000 Pulau Indonesia: Mengapa Internet Satelit Tetap Penting?

Selain itu, sekitar 80 persen sistem pertahanan udara Iran disebut telah dilumpuhkan.

Tak hanya itu, ia juga mengklaim bahwa 90 persen kekuatan laut Iran serta fasilitas produksi senjata telah berhasil dihancurkan.

Menurutnya, Iran akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan kekuatan militernya, khususnya armada laut.

Baca Juga: Prabowo Dorong Danantara Gandeng Arab Saudi, Soroti Kerugian Penerbangan Haji yang Selama Ini Tak Efisien

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang menyebut bahwa Amerika Serikat telah memenangkan perang secara strategis. Ia menilai program rudal Iran kini sudah tidak lagi berfungsi.

Meski demikian, Hegseth memastikan bahwa kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah masih akan berlanjut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan Iran mematuhi kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan, sekaligus memantau perkembangan terkait persediaan uranium yang diperkaya.

“Kami terus mengawasi. Kami tahu apa yang mereka miliki, dan kami siap mengambil tindakan jika diperlukan,” ujarnya.

Di sisi lain, Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan kesiapannya untuk menghentikan operasi balasan jika serangan dari pihak lawan benar-benar dihentikan.

Baca Juga: Baru Hitungan Jam Gencatan Senjata AS-Iran Diumumkan, Israel Langsung Bombardir Lebanon, 254 Tewas dan Banjir Kecaman

Ia juga menyinggung pembukaan terbatas jalur Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski gencatan senjata telah disepakati, bara konflik masih belum sepenuhnya padam dan berpotensi kembali memanas sewaktu-waktu.***