POJOKSATU.ID- Pemeriksaan makin ketat Jemaah haji Indonesia diminta tidak bepergian ke luar Kota Makkah dan Madinah.

Pemerintah Arab Saudi kini memperketat jalur ke Kota Makkah, jelang puncak ibadah haji.

Demikian dikatakan Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurahman, di Sekretariat Sektor 7, Al Kiswah Tower Hotel, Jarwal, Makkah

Menurutnya, sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi, kota haji hanya dua kota, yakni Mekkah Al-Mukaramah dan Madinah Al-Munawaroh.

Baca Juga: 10 Juni 2024 Hari Raya Bacang, Peringatan Pengorbanan Sastrawan Tiongkok

"Kami sampaikan kepada jemaah Indonesia yang sudah atau sedang menuju Makkah, agar tidak melakukan perjalanan di luar kota-kota haji, seperti Thoif atau Jeddah, karena pemeriksaan sangat ketat," kata Khalilurahman.

"Yang nekat keluar Makkah akan mendapat masalah di checkpoint saat masuk pintu Makkah," imbuhnya.

Dia juga mengimbau jemaah haji Lansia ataupun yang sakit agar tidak memaksakan diri beribadah. Pasalnya cuaca sangat panas, bisa mencapai 44 derajat celcius, bahkan bisa mencapai 51 derajat celcius.

Baca Juga: NASKAH SOAL CPNS dan PPPK Sudah Siap, Panselnas Janji Cegah Kebocoran, Begini Gambaran Soal Seputar Seleksi Kompetensi Ini

"Kami imbau para jemaah fokus ibadah di Makkah. Bagi yang sakit atau lansia dipersilahkan ibadah di musala tempat masing masing. Jadi tetap tinggal di kota Makkah, tidak perlu keluar Makkah, demi keselamatan dan kenyamanan," tegasnya.

Pihaknya juga mengingatkan, agar jemaah haji selalu membawa kartu identitas yang telah diberikan sejak di embarkasi. Dari mulai kartu identitas, gelang identitas hingga smart card yang harus dibawa oleh para jemaah haji.

Khalilurahman juga menjelaskan, smart card menjadi kartu akses bagi jemaah haji untuk bisa masuk ke Padang Arafah, Muzdalifah, Mina dan ibadah tempat yang lainnya.

Baca Juga: PDIP Pastikan Tidak Ada Komunikasi Dijalin dengan Bobby Nasution Menantu Jokowi

Sedangkan gelang identitas dan kartu identitas yang diberikan kepada jemaah haji dapat membantu petugas ketika jemaah haji terpisah dari rombongan atau pada saat mereka tersesat.

"Maka akan dibantu petugas untuk identifikasi dimana jemaah tinggal, sehingga memudahkan petugas melayani dan mengantarkan kembali ke hotelnya. Sehingga menghindari jemaah yang tertinggal atau terpisah berhari-hari," jelasnya.***