POJOKSATU.id, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim serangan udara dijeda selama 10 hari ke Iran setelah Iran mengizinkan 10 kapal melewati Selat Hormuz.

Dalam akun media sosialnya, Trump juga mengklaim pembicaraan damai dengan Iran saat ini berjalan dengan baik.

Trump menyampaikan bahwa penundaan penyerangan terhadap fasilitas energi Iran atas permohonan pihak Iran.

Baca Juga: Formasi CPNS 2026 Masih Dihitung, Pemerintah Minta Pelamar Mulai Siap

“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon agar pernyataan ini berfungsi untuk menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Bagian Timur,” tulisnya yang diposting pada Jumat 27 Maret 2026 waktu setempat.

“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan yang salah yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik,” tambahnya.

Diketahui, Iran menutup selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Baca Juga: Putin Ingatkan Dampak Perang Iran Bisa Lumpuhkan Dunia, Sebut Efeknya Berpotensi Separah Pandemi COVID-19

Iran hanya memperbolehkan kapal yang dianggap sebagai negara sahabat mereka saja yang bisa melewati selat Hormuz.

Kapal milik AS dan Israel dan negara yang mendukung dua negara tersebut tidak diperbolehkan melewati selat tersebut.

Kapal tersebut di izinkan melewati selat Hormuz setelah mereka membayar 2 juta yuan.

Pembayaran itu karena Iran sendiri juga telah mengumumkan jika mereka meminta bayaran untuk setiap kapal yang akan melewati selat Hormuz.***