POJOKSATU.id, IRAN--Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran yang dikelola negara memperbarui jumlah korban tewas selama perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Total sudah ada 3.400 orang tewas selama konflik berlangsung sejak 28 Februari 2026 lalu. Mayoritas korban meninggal merupakan personel militer yaitu 1.221 orang.
Dilansir AFP, Minggu (19/4/2026), pengumuman ini disampaikan di tengah gencatan senjata selama dua minggu dalam konflik yang meletus pada akhir Februari lalu.
Baca Juga: Gila! Trump Sebut Iran Tak Punya Apa-Apa, Sekaligus Tantang Penutupan Selat Dunia
Kepala Yayasan, Ahmad Mousavi, dikutip oleh kantor berita ISNA mengatakan bahwa 3.468 martir atau gugur selama konflik baru-baru ini.
Sebelumnya, jumlah korban tewas menurut Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran yang dikeluarkan pada 12 April mencapai 3.375 orang di Iran.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan pada 7 April bahwa setidaknya 3.636 orang telah tewas, termasuk 1.701 warga sipil, di antaranya setidaknya 254 anak-anak, serta 1.221 personel militer dan 714 orang yang statusnya belum diklasifikasikan.
Baca Juga: Kejagung Didesak Segera Periksa Skandal Jusuf Kalla dan Yusuf Hamka yang Rugikan Negara
Karena adanya pembatasan pelaporan, AFP tidak dapat mengakses lokasi serangan maupun memverifikasi secara independen jumlah korban di Iran.
Hingga kini kesepakatan damai secara permanen belum tercipta antara AS, Israel dan Iran.
Namun gencatan senjata sudah tercapai selama dua minggu sejak 7 April hingga 22 April 2026.***

