POJOKSATU.id,-- Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel (Letkol) Ebrahim Zolfaghari menegaskan Iran menolak berdamai dengan Amerika Serikat (AS).
Letkol Zolfaghari bahkan menyebut bahwa Amerika Serikat hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri.
Diketahui, tawaran gencatan senjata 15 poin dari AS telah disampaikan kepada para pejabat Iran, melalui Pakistan.
Tanggapan Letkol Zolfaghari ini disampaikan dalam pernyataan video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah Iran seperti dilansir Associated Press, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sadewa Sebut BBM Indonesia Belum Darurat, Masih Ada Suplai
"Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis," kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan kepada AS.
"Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir," tegasnya.
Zolfaghari kemudian melontarkan cemoohan kepada AS dengan mengatakan: "Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?"
Pernyataan Zolfaghari itu dirilis tak lama setelah pemerintahan Trump mengirimkan rencana gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran, melalui Pakistan sebagai perantara.
Baca Juga: Drama Timur Tengah Memanas, Iran Luncurkan Rudal ke Israel Tak Lama Setelah Trump Bicara Perdamaian
"Kata pertama dan terakhir kami masih sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda. Tidak sekarang, tidak akan pernah," tegasnya.
Diketahui, informasi tentang tawaran gencatan senjata itu diungkapkan pertama kali oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip dua pejabat Washington, yang mengetahui garis besar proposal AS tersebut, dalam laporan terbarunya.
Disebutkan NYT dalam laporannya bahwa tawaran gencatan senjata 15 poin dari AS itu telah disampaikan kepada para pejabat Iran, melalui Pakistan.
Islamabad sendiri disebut telah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara Washington dan Teheran.
Isi dari 15 poin rencana gencatan senjata itu belum diungkapkan secara detail kepada publik.
Laporan televisi Israel, Channel 12, yang mengutip tiga sumber, menyebutkan bahwa AS mengupayakan gencatan senjata selama sebulan untuk membahas rencana 15 poin tersebut.***

