POJOKSATU.ID - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengeluarkan pernyataan tegas terkait Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam menegaskan bahwa selat tersebut tidak akan pernah kembali ke kondisi seperti sebelumnya, terutama bagi Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran tengah menyiapkan perubahan besar dalam pengaturan keamanan di kawasan Teluk Persia.

Baca Juga: Rismon Sianipar Tuduh Jusuf Kalla Dalangi Pendanan Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Diduga Mendapatkan Komisi Senilai Rp 5 Miliar

Dalam unggahan resmi di media sosial, IRGC menyebut bahwa pihaknya kini berada di tahap akhir persiapan untuk menerapkan “tatanan baru” di wilayah tersebut.

Langkah ini tidak muncul begitu saja. Beberapa hari sebelumnya, parlemen Iran telah menyetujui secara awal rancangan undang-undang yang berpotensi mengubah mekanisme lintasan kapal di Selat Hormuz.

Salah satu poin krusial adalah penerapan biaya transit bagi kapal yang melintas.

Baca Juga: Info GTK Sudah Hijau Tapi Tunjangan Belum Cair, Apa Penyebabnya? Ini Penjelasan Lengkap yang Wajib Dipahami Guru Agar Tidak Salah Paham

Tak hanya itu, rancangan tersebut juga memuat aturan yang lebih tegas, termasuk kewajiban pembayaran menggunakan mata uang nasional Iran, rial.

Bahkan, terdapat wacana pembatasan hingga pelarangan bagi kapal yang berasal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang terlibat dalam sanksi terhadap Iran.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, dampaknya diperkirakan akan sangat besar, tidak hanya bagi stabilitas kawasan tetapi juga terhadap perdagangan global.

Baca Juga: Terungkap! Ini Deretan Fasilitas 'Wah' Pegawai MBG dari Gaji, Insentif Rp6 Juta per Hari dan yang Terbaru Bantuan Motor

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur utama distribusi energi dunia, termasuk minyak.

Ketegangan semakin meningkat setelah konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari lalu.

Serangan gabungan yang dilancarkan disebut menewaskan lebih dari seribu orang dan memicu respons balasan dari Iran.

Teheran kemudian meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target, termasuk wilayah Israel dan beberapa negara di kawasan Teluk yang menjadi basis militer AS.

Baca Juga: Siapakah yang Akan Mendapatkan Bantuan Motor MBG yang Viral? Begini Penjelasan Menteri dan Sang Perekam Video

Aksi tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk sektor energi dan penerbangan.

Dengan perkembangan ini, dunia kini menaruh perhatian serius pada Selat Hormuz. Kebijakan baru Iran berpotensi menjadi titik balik yang mengubah peta keamanan dan ekonomi global dalam waktu dekat.***