POJOKSATU.id,--Militer Iran melancarkan serangan udara menggunakan rudal balistik yang menargetkan kompleks pemerintah Israel di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta Yerusalem Timur, Senin (2/3).
Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menginformasikan serangan ini dan disiarkan di televisi negara seperti dikutip AFP.
Aksi ini merupakan balasan terhadap serangan berskala besar yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Sabtu lalu (28/2).
"Di antara target gelombang serangan kesepuluh ini adalah serangan terarah ke kompleks pemerintah rezim Zionis di Tel Aviv, serangan ke pusat militer dan keamanan di Haifa, serta serangan ke Yerusalem Timur," bunyi pernyataan Garda Revolusi Iran atau IRGC.
Baca Juga: THR Pensiunan PNS 2026 Segera Cair: Cek Jadwal, Besaran, dan Daftar Penerimanya
Yerusalem Timur merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk Arab yang diklaim Palestina sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa rudal balistik Kheibar digunakan dalam serangan ini.
Berita sebelumnya, kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi target serangan Iran terkait Amerika Serikat. Kapal induk ini merapat di dekat perairan Oman.
"Kapal USS Abraham Lincoln telah menjadi sasaran empat rudal balistik sebagai bagian dari Operasi True Promise 4," demikian laporan media yang dikendalikan pemerintah, Tasnim News Agency, Minggu (1/3).
Menurut laporan Tasnim, serangan Teheran kini telah memasuki fase baru, di mana wilayah darat dan laut menjadi medan perang.
Iran bersumpah kedua wilayah ini akan menjadi "tempat pemakaman para agresor teroris".
Ketegangan meningkat setelah serangan udara Israel dan AS ke Iran pada Sabtu (28/2) menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat tinggi militer Iran.***

