POJOKSATU.id, TEHERAN – Militer Iran mengklaim bahwa universitas dan pusat penelitian milik Israel dan AS kini sah menjadi target serangan mereka.

Hal ini disampaikan Iran menyusul Amerika Serikat (AS) dan Israel disebut dengan sengaja menyerang banyak universitas dan pusat penelitian selama perang di Iran.

Universitas yang diserang ini termasuk Universitas Teknologi Isfahan dan Universitas Sains dan Teknologi di Teheran.

IRGC kini mengancam universitas-universitas Israel dan AS di kawasan tersebut adalah target yang sah.

Baca Juga: Jutaan Warga Amerika Demo Presiden Donald Trump, Kritik Keterlibatan AS Perang dengan Iran

Perang antara Iran dan AS-Israel terus berlanjut tanpa kemungkinan mereda. Serangkaian ledakan keras di dalam dan sekitar Teheran telah mengguncang ibu kota Iran malam ini, meskipun belum jelas apa yang menjadi sasaran.

Serangan terbaru terjadi beberapa jam setelah militer Israel mengatakan telah menyerang markas besar Organisasi Industri Kelautan Iran selama gelombang serangan semalam.

"Saya merindukan tidur malam yang tenang," kata seorang seniman di ibu kota Iran kepada AFP dilansir, Minggu (29/3).

Mereka menambahkan serangan malam sebelumnya "sangat dahsyat, rasanya seperti seluruh Teheran bergetar".

Baca Juga: Gubernur Sulteng Pastikan Tak Ada PHK PPPK, APBD 2026 Rp4,7 Triliun Masih Aman untuk Gaji

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan lebih banyak serangan terhadap Iran yang direncanakan.

Pernyataan itu muncul ketika ia mengklaim pembicaraan sedang berlangsung di tengah agresi AS-Israel yang terus berlanjut terhadap Iran.

"Kita masih punya 3.554 target lagi, dan itu akan dilakukan dengan sangat bersih," kata Trump di forum di Miami.

Trump tidak memberikan data spesifik untuk mengkonfirmasi kata-katanya, tanpa merujuk pada laporan resmi Pentagon atau informasi dari komunitas intelijen.***