POJOKSATU.id,-- Militer Iran mengklaim telah menargetkan kantor PM Benjamin Netanyahu di Yerussalem, Senin (2/3/2026).
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim rudal terbaru mereka, Kheibar, menyasar sejumlah markas besar Angkatan Udara Israel, Senin.
Rudal balistik Kheibar diklaim memiliki akurasi tinggi dan daya hancur yang mampu menembus sistem pertahanan udara konvensional.
Selain menyasar pusat pemerintahan dan militer, IRGC menyebutkan serangan itu sengaja dirancang untuk melumpuhkan titik komando strategis Israel.
Baca Juga: Ekspor Tumbuh 3,75 Persen, Neraca Perdagangan Jawa Barat Januari 2026 Surplus USD 2,12 Miliar
Bantah Narasi Iran
Sementara itu, mengutip laporan dari Times of Israel, sumber-sumber internal pemerintah menegaskan bahwa kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap dalam kondisi utuh dan berfungsi normal.
Tidak ada kerusakan struktural berarti maupun laporan korban jiwa yang dikonfirmasi di area tersebut.
Kantor Perdana Menteri Israel secara tegas menanggapi propaganda yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Iran Serang Kompleks Pemerintahan Israel di Tel Aviv Pakai Rudal Balistik Kheibar
Terkait spekulasi mengenai kondisi sang kepala pemerintahan, mereka menyatakan bahwa klaim Iran tersebut sepenuhnya adalah manipulasi informasi.
“Itu cuma berita palsu,” tegas juru bicara kantor PM Israel saat menanggapi narasi yang menyebut nasib Netanyahu sedang di ujung tanduk.
Israel juga memastikan bahwa sistem pertahanan mereka bekerja sesuai protokol dan sebagian besar ancaman udara berhasil dinetralkan sebelum mencapai objek vital di Israel.***

