POJOKSATU.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan serangan terhadap fasilitas ekonomi yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.

Peringatan tersebut disampaikan setelah sebuah fasilitas perbankan di Teheran dilaporkan menjadi sasaran serangan udara pada Selasa (10/3/2026) malam waktu setempat.

Juru bicara Komando Operasi Pusat Militer Iran, Khatam al-Anbiya Central Headquarters, menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan berbagai langkah balasan terhadap target yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: WOW PPPK Paruh Waktu Masa Kerja 2 Bulan Tetap Dapat THR 2026! Ini Rincian Anggarannya

Menurutnya, bank-bank yang dimiliki atau memiliki hubungan dengan kedua negara tersebut di kawasan Timur Tengah berpotensi menjadi sasaran dalam konflik yang sedang memanas.

“Malam tadi tentara teroris Amerika dan Zionis, setelah gagal mencapai tujuan militer mereka, menargetkan salah satu bank di negara kami,” ujar juru bicara tersebut seperti dikutip dari laporan media Timur Tengah.

Ia juga memperingatkan masyarakat agar berhati-hati dan tidak berada terlalu dekat dengan fasilitas perbankan yang berafiliasi dengan kedua negara tersebut.

Baca Juga: SEGERA CAIR! Pemkab Kudus Siapkan Rp3 Miliar untuk THR PPPK Paruh Waktu 2026, Perhitungannya Tergantung Masa Kerja

“Warga di kawasan sebaiknya tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank-bank tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah serangan udara dilaporkan menghantam salah satu fasilitas yang terkait dengan Bank Sepah di Teheran. Bank Sepah sendiri merupakan salah satu bank milik negara terbesar di Iran.

Menurut laporan kantor berita Mehr News Agency, serangan tersebut mengenai gedung administrasi yang berada dalam kompleks perbankan tersebut.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Harga Minyak Dunia, Investor Kembali Soroti Sektor Energi

Insiden itu dilaporkan menimbulkan korban jiwa di kalangan pegawai, meskipun jumlah pasti korban hingga kini belum diumumkan secara resmi oleh otoritas Iran.

Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebelumnya juga mengeluarkan pernyataan keras terkait konflik yang sedang berlangsung.

IRGC menyatakan tengah menyiapkan serangan rudal dalam skala besar yang ditujukan ke Israel. Serangan tersebut disebut berpotensi menjadi salah satu yang terbesar sejak konflik terbaru pecah pada akhir Februari lalu.

Situasi ini membuat ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.***