POJOKSATU.id,-- Perundingan Islamabad atau Islamabad Talk berakhir tanpa kesepakatan apapun dari kedua belah pihak antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Menurut koresponden Tasnim News Agency (media semi pemerintah Iran) yang dikirim ke Islamabad, pembicaraan antara tim Iran dan Amerika berakhir beberapa menit lalu.

Dan kedua pihak belum mencapai kesepakatan karena tuntutan dan ambisi berlebihan dari tim AS.

Baca Juga: Pembicaraan 21 Jam Iran-AS di Islamabad Buntu, Namun Wapres Vance Sampaikan Ada Kabar Baik

Pembicaraan Iran dan AS berakhir tanpa kesepakatan apa pun karena tuntutan berlebihan yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.

Tim Iran bersikeras pada hak-hak bangsa Iran selama maraton diplomatik tersebut selama hampir 21 jam negosiasi dan konsultasi intensif di Islamabad.

Tim negosiasi Iran termasuk Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, Menlu Abbas Araqchi dan Ali Baqeri, komite ahli, mencegah terwujudnya tuntutan berlebihan AS dengan menjaga hak-hak dasar rakyat Iran di berbagai bidang politik dan militer serta teknologi nuklir damai.

Baca Juga: Iran Klaim AS Sepakat Cairkan Aset Mereka Rp 102 Triliun di Bank di Qatar, Hasil Penjualan Minyak

Di ruang negosiasi dilansir dari Tasnim News Agency, Minggu (12/4), Amerika Serikat bermaksud mencapai tujuan yang gagal mereka capai dalam perang melawan Iran beberapa waktu lalu.

Termasuk masalah Selat Hormuz dan pemindahan material nuklir dari negara tersebut ke AS.

Tetapi delegasi Iran mengetahui hal itu dan menggagalkan upaya tersebut.

Tim Iran mencoba mendorong pihak Amerika untuk mencapai kerangka kerja bersama dengan menawarkan berbagai inisiatif, tetapi keserakahan Amerika akan tuntutan yang berlebihan telah menjauhkan mereka dari rasionalitas dan realisme.

Baca Juga: Heboh Pengadaan Motor MBG! Komisaris Perusahaan Ternyata Pernah Diperiksa KPK, Publik Mulai Bertanya

Diketahui, perundingan damai antara AS dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan Wakil Presiden AS, JD Vance.

Vance bilang, kegagalan itu dikarenakan Iran tak mau menerima syarat-syarat yang ditawarkan oleh AS.

"Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS," kata Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).

Vance mengaku bahwa AS datang ke perundingan dengan sikap fleksibel dan itikad baik, namun sangat disayangkan kedua pihak tidak mencapai kesepakatan.

"Kami meninggalkan tempat ini dengan sebuah proposal yang sangat sederhana, sebuah pemahaman bahwa ini adalah penawaran terakhir dan terbaik dari kami. Kita lihat saja apakah pihak Iran akan menerimanya," kata JD Vance.***