POJOKSATU.Id - Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah mengumumkan perubahan nama Bandara Internasional Abu Dhabi.
Penggantian nama ini memiliki alasan sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Syeikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri dan mantan presiden UEA.
Menurut keterangan dari Media Office Abu Dhabi, bandara tersebut akan resmi berganti nama menjadi Bandara Internasional Zayed mulai 9 Februari 2024.
Bersamaan dengan pembukaan Terminal A di Bandara Internasional Zayed baru yang dijuluki sebagai yang tercanggih.
Baca Juga: Beroperasinya Bandara Kertajati Miliki Dampak Positif bagi Kabupaten Cirebon
Terminal A baru ini, yang diharapkan akan menjadi yang terdepan dalam fasilitas bandara, akan mulai beroperasi penuh pada 15 November 2023.
Dengan beralihnya 28 maskapai penerbangan ke terminal ini, Bandara Internasional Zayed akan memiliki kapasitas lebih banyak.
Untuk melayani lebih dari dua kali lipat jumlah penumpang bandara, yaitu hingga 45 juta pelancong setiap tahunnya.
Dengan peningkatan kapasitas ini, Abu Dhabi semakin memperkuat posisinya sebagai pusat penerbangan global.
Terminal baru bandara ini dirancang untuk menangani 79 pesawat sekaligus dan melayani 11,000 penumpang per jam.
Baca Juga: Pasuri Asal Sumedang Ditangkap Tipu 2 Korban Janjikan ke Dubai tapi 'Dijual' ke Suriah
Menjadikannya pusat vital bagi maskapai penerbangan yang merespons meningkatnya permintaan.
Selain menjadi bagian penting dari infrastruktur penerbangan UEA, Bandara Internasional Zayed juga telah menjadi lokasi syuting terkenal.
Bandara Internasional Zayed muncul dalam film Mission: Impossible - Dead Reckoning Part One awal tahun ini.
Diharapkan, dengan nama baru dan fasilitas modernnya, bandara ini akan semakin memperkuat posisi Abu Dhabi sebagai tujuan penerbangan utama di kawasan tersebut.***
