POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia terus memperkuat derap langkah diplomasi internasional untuk mendukung penuh kemerdekaan bangsa Palestina.
Komitmen berani ini ditunjukkan secara nyata dalam Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem yang digelar di Amman.
Perwakilan Indonesia menegaskan bahwa aksi kekerasan dan berbagai pelanggaran hukum oleh Israel tidak boleh dibiarkan.
Seluruh tindakan sepihak di kawasan Yerusalem Timur hingga Tepi Barat tidak boleh dinormalisasi oleh dunia.
Baca Juga: Langkah Kemensos Bentengi Rekening Bansos KPM dari Kejahatan dan Penggunaan Bansos yang Tepat!
Indonesia secara konsisten memberikan dukungan penuh terhadap peran Yordania dalam menjaga tempat-tempat suci di Yerusalem.
Perlindungan terhadap kawasan Al Haram Al Syarif menjadi salah satu fokus utama yang terus diperjuangkan.
Selain itu dukungan terhadap kemerdekaan Palestina yang berlandaskan hukum internasional terus digaungkan tanpa henti.
Pemerintah menekankan agar masyarakat global menghentikan penggunaan cara-cara lama yang terbukti tidak efektif.
Baca Juga: Pemutakhiran Data Bansos: Pengalihan Status KPM Dicoret hingga Penanganan Akun Bermasalah
Komunitas internasional diimbau untuk tidak lagi membiarkan pelanggaran hukum terjadi secara terus-menerus.
Sikap terpecah belah di antara negara-negara dunia dinilai hanya akan memberi celah keuntungan bagi pihak Israel.
Kehadiran delegasi Indonesia dalam forum ini sekaligus menerjemahkan prioritas politik luar negeri yang diusung Presiden.
Dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dipastikan tetap menjadi salah satu fokus utama diplomasi Indonesia.
Melalui forum internasional ini posisi Indonesia makin diperhitungkan sebagai negara penegak keadilan dunia.
Seluruh diplomasi ini dijalankan demi terwujudnya perdamaian yang adil, permanen, serta bermartabat di Timur Tengah.***

