POJOKSATU.id - Indonesia dan Selandia Baru sepakat memperkuat kemitraan di sejumlah sektor strategis, terutama ketahanan pangan dan energi terbarukan.

Komitmen tersebut dibahas dalam Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission atau JMC yang dipimpin bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters di Auckland, Jumat 28 Agustus 2026.

Ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian utama kedua negara.

Indonesia melihat kerja sama dengan Selandia Baru dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda.

Baca Juga: Rupiah Menguat Dua Hari Berturut-turut, Namun Masih di Level Rp 17.693 per Dolar AS

“Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia”, tutur Menlu Sugiono.

Pertanian dan Peternakan Jadi Fokus

Kerja sama pangan tidak berhenti pada pembahasan umum.

Kedua negara membicarakan sejumlah langkah konkret, termasuk peningkatan produktivitas pertanian.

Pengembangan sektor peternakan sapi juga masuk dalam agenda kerja sama tersebut.

Baca Juga: 303 Karhutla dan 5.687 Warga Kesulitan Air, Kemarau Mulai Menekan Garut

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas produksi pangan sekaligus mendukung kebutuhan Indonesia dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Indonesia dan Selandia Baru juga melihat peluang besar di sektor energi terbarukan.

Kedua pihak sepakat mendorong peningkatan kapasitas, khususnya dalam pengembangan energi panas bumi dan tenaga surya di Indonesia.

Dorong Perdagangan Produk Halal

Hubungan ekonomi kedua negara juga menjadi bagian dari pembahasan JMC ke-13.

Indonesia dan Selandia Baru membicarakan peningkatan kerja sama perdagangan, termasuk penerapan sertifikasi halal.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempermudah sekaligus meningkatkan aktivitas ekspor dan impor produk halal antara kedua negara.

Dengan adanya fasilitasi yang lebih baik, peluang perdagangan produk halal dari kedua negara pun diharapkan semakin terbuka.

Peluang Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia

Sektor pendidikan juga mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.

Indonesia dan Selandia Baru sepakat terus memperluas peluang beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Selandia Baru.

Prioritasnya diarahkan pada bidang-bidang yang dinilai penting bagi pembangunan nasional Indonesia.

Artinya, kerja sama bilateral tidak hanya menyasar sektor ekonomi dan energi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia.

Bahas Stabilitas Indo-Pasifik

Sugiono dan Winston Peters turut bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan isu regional dan global.

Kedua negara menegaskan kembali komitmen terhadap kemitraan yang dapat ikut mendorong stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.

Kolaborasi akan terus dilakukan melalui berbagai forum regional, termasuk ASEAN dan Pacific Islands Forum atau PIF.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menyambut baik rencana Selandia Baru yang akan memegang keketuaan PIF pada 2027.

Ia berharap kepemimpinan Selandia Baru di forum tersebut dapat berjalan sukses.

Menuju 70 Tahun Hubungan Diplomatik

JMC merupakan mekanisme utama bagi Indonesia dan Selandia Baru untuk mengevaluasi perkembangan hubungan bilateral sekaligus mencari peluang kerja sama baru.

Forum tersebut juga digunakan untuk memantau pelaksanaan Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru periode 2025-2029.

Pertemuan tahun ini memiliki arti khusus karena menjadi bagian dari persiapan menuju 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang akan diperingati pada 2028.

Sebagai hasil pertemuan, Indonesia dan Selandia Baru menerbitkan Joint Statement.

Dokumen tersebut memuat kesepahaman kedua negara untuk memperkuat sekaligus menindaklanjuti berbagai kerja sama bilateral yang telah disepakati.***