POJOKSATU.id, JAKARTA-- Dunia bereaksi keras atas ide kontroversial Presiden AS Donald Trump yang hendak merelokasi warga Gaza dari wilayahnya.
Negara-negara yang menentang ide kontroversial Trump antara lain Uni Emirat Arab, Turki, Indonesia, Malaysia, Mesir, Yordania, Inggris, Prancis, Jerman, Liga Arab, China, Rusia, dan Brasil.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, menolak tegas rencana Trump dan menegaskan Palestina tidak akan melepaskan tanah, hak dan situs-situs suci mereka.
Ditegaskan juga Abbas bahwa Jalur Gaza merupakan bagian integral dari tanah negara Palestina, bersama dengan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Penolakan juga disampaikan Hamas melalui salah satu pejabat seniornya, Sami Abu Zuhri. Hamas mengecam rencana Trump itu sebagai upaya mengusir warga Palestina dari tanah air mereka.
"Kami menganggapnya sebagai resep untuk menimbulkan kekacauan dan ketegangan di kawasan karena masyarakat Gaza tidak akan membiarkan rencana seperti itu terjadi," sebutnya, Sabtu (8/2).
Arab Saudi juga tegas menolak upaya apa pun untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Ditegaskan oleh Riyadh bahwa posisinya dalam mendukung Palestina tidak dapat dinegosiasikan.
Sementara, Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty menyerukan rekonstruksi cepat Jalur Gaza tanpa harus mengusir warga Palestina dari wilayah tersebut, setelah Trump melontarkan usulan mengejutkan tersebut.
Senada, Raja Yordania Abdullah II menolak upaya apa pun untuk mengambil alih wilayah Palestina dan mengusir warganya.
Sementara Indonesia melalui Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat, Rabu (5/2) menegaskan Indonesia menolak tegas berbagai upaya untuk merelokasi secara paksa warga Palestina atau mengubah komposisi demofrafis wilayah pendudukan Palestina.
Tindakan itu akan menghambat terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sebagaimana dicita-citakan oleh solusi dua negara berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
“Indonesia dalam hal ini kembali menegaskan bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi di kawasan adalah dengan menyelesaikan akar penyebab konflik yaitu pendudukan ilegal dan berkepanjangan oleh Israel atas wilayah Palestina,” tegas Rolliansyah Soemirat.
Diketahui, dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut Israel akan menyerahkan Jalur Gaza kepada AS setelah perang melawan Hamas berakhir.
"Jalur Gaza akan diserahkan kepada Amerika Serikat oleh Israel pada akhir pertempuran," cetus Trump dalam pernyataan terbarunya via media sosial Truth Social, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (7/2/2025).
Trump, dalam pernyataannya, juga menegaskan bahwa tentara AS tidak akan diperlukan di Jalur Gaza.
Penegasan ini mengklarifikasi pernyataan sebelumnya ketika dia menolak untuk mengesampingkan pengerahan pasukan militer AS ke Jalur Gaza.
Butuh Waktu 5 Hingga 10 Tahun
Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak atas Perumahan yang Layak, Balakrishnan Rajagopal menyatakan bahwa pembangunan kembali Jalur Gaza tanpa menggusur penduduk Palestina adalah hal yang mungkin.
Rajagopal juga menyampaikan estimasi dana untuk rekonstruksi Gaza yang diperkirakan mencapai sekitar 60 miliar dolar AS (sekitar Rp978 triliun).
Rajagopal menyoroti bahwa sekitar 70 persen bangunan di Gaza telah hancur akibat agresi militer Israel yang berlangsung sejak 20 Oktober 2023.
Melalui siaran pers pada Sabtu (8/2), Dia juga menekankan bahwa sekitar 70 persen wilayah tersebut dapat dibangun kembali dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun.***

