POJOKSATU.id - Nama adalah salah satu hal yang mencerminkan identitas, sejarah, dan budaya suatu bangsa.
Namun, apa jadinya jika sebuah negara ingin mengganti nama yang sudah dipakai selama puluhan tahun?
Itulah yang sedang terjadi di India, salah satu negara terbesar dan terpadat di dunia.
India dikabarkan sedang berencana untuk mengganti nama resminya menjadi Bharat, yang merupakan nama lain yang sudah lama digunakan oleh sebagian besar penduduknya.
Namun, mengapa India ingin mengganti nama? Apa arti dan asal-usul nama Bharat?
Dan bagaimana tanggapan dari masyarakat dan pemerintah India sendiri?
Nama Bharat bukanlah nama baru bagi India. Nama ini sudah digunakan dalam berbagai teks dan kitab suci kuno, seperti Mahabharata, Ramayana, dan Weda.
Nama ini berasal dari kata Sanskerta Bharata, yang berarti "yang disayangi" atau "yang dicintai".
Nama ini juga berkaitan dengan Bharata Chakravartin, seorang kaisar legendaris yang pernah memerintah seluruh wilayah India.
Nama India sendiri pertama kali digunakan oleh orang Yunani dan Persia yang menyebut tanah di seberang sungai Indus sebagai Indoi atau Indika.
Nama ini kemudian diadopsi oleh Inggris yang menjajah wilayah tersebut selama hampir dua abad.
Nama India secara resmi diakui sebagai nama negara merdeka pada tahun 1947, setelah terjadi pemisahan antara India dan Pakistan.
Ada beberapa alasan mengapa ada usulan untuk mengganti nama India menjadi Bharat.
Salah satunya adalah untuk menghapus jejak penjajahan Inggris dan mengembalikan identitas nasional India yang lebih sesuai dengan budaya dan tradisi lokal.
Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa nama Bharat lebih mencerminkan keragaman dan kesatuan bangsa India yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan bahasa.
Namun, tidak semua orang setuju dengan usulan ini. Ada juga yang menolak perubahan nama dengan alasan bahwa nama India sudah menjadi bagian dari sejarah dan identitas bangsa India yang modern dan global.
Mereka khawatir bahwa nama Bharat akan menimbulkan kesan bahwa India adalah negara yang eksklusif dan nasionalis.
Perdebatan tentang nama India dan Bharat bukanlah hal baru. Sudah ada beberapa upaya untuk mengubah nama resmi negara ini di masa lalu, namun tidak ada yang berhasil.
Pada tahun 2016, ada sebuah gugatan yang diajukan ke Mahkamah Agung India, yang meminta agar konstitusi diubah dan mengganti nama India dengan Bharat sebagai nama resmi negara.
Namun, pengadilan menolak gugatan tersebut, dengan alasan bahwa hal itu adalah kewenangan parlemen untuk memutuskan.***
