POJOKSATU.id – Laporan Heraldcorp menyatakan bahwa USB yang dibawa keluar tanpa izin oleh teknisi Indonesia tidak berisi data sensitif KF-21.

Penahanan teknisi diduga dipicu oleh sentimen publik Korea Selatan terkait pengurangan kontribusi Indonesia dalam proyek KF-21.

"Penyelidikan tidak menemukan kebocoran data rahasia, tetapi kami tetap mempertimbangkan opini publik," kata sumber Pemerintah Korea Selatan.

Kerja Sama Baru antara KAI dan Indonesia

Selain proyek KF-21 Boramae, KAI kembali bermitra dengan Indonesia di bidang lain.

Pada 28 Februari 2025, KAI menandatangani MoU dengan PT Prima Duta Sejati Indonesia untuk pelatihan dan penyediaan tenaga ahli.

Baca Juga: Adab Seorang Pemimpin Baru Saja Bupati Masuk Kerja, Om Zein 'Ngenta Hampura Ka Ceu Dedeh' Apa Sebabnya

"KAI menandatangani MoU untuk pelatihan tenaga ahli penerbangan dengan PT Prima Duta Sejati," tulis Digital Chosun (28/2/2025).

KAI mendirikan akademi di Indonesia, sementara PT Prima Duta Sejati melatih dan memasok tenaga ahli ke Korea Selatan.

"Kami manfaatkan SDM Indonesia untuk mencetak ahli dan memperkuat industri," ujar Lee Yong-ki dari KAI.

Akademi Dirgantara Ditargetkan Beroperasi pada 2030-an

KAI menekankan pentingnya kesepakatan ini untuk memperkuat kerja sama teknologi pertahanan kedua negara.

Indonesia adalah mitra strategis Korea Selatan, pertama mengimpor T-50 dan satu-satunya dalam pengembangan KF-21.***