POJOKSATU.id,-- Ratusan personel militer Amerika Serikat yang bertugas di Timur Tengah dilaporkan menjadi target serangan siber masif yang dilancarkan oleh peretas asal Iran.
Serangan ini juga menyasar sejumlah pejabat pemerintah AS dalam beberapa bulan terakhir.
Kelompok peretas bernama Handala Hack Team, yang diyakini memiliki keterkaitan dengan pemerintah Iran, mengeklaim telah mengantongi dan memublikasikan data pribadi ribuan tentara AS.
Melalui saluran Telegram pada Selasa (28/4/2026), grup tersebut merilis nama dan detail pribadi dari 2.379 anggota Marinir AS yang ditempatkan di wilayah Teluk Persia.
Dikutip dari The Wall Street, Selasa, Pentagon saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait klaim tersebut.
Seorang pejabat AS menyatakan, indikasi awal menunjukkan setidaknya sebagian dari daftar nama yang dirilis memang benar merupakan anggota militer aktif.
Baca Juga: PSG vs Bayern Munich: Ulasan Preview dan Prediksi Skor Semifinal Liga Champions
Penyidik juga meyakini bahwa Handala tidak hanya menargetkan Marinir, tetapi juga menyasar personel dari cabang angkatan bersenjata AS lainnya.
“Ini hanyalah setetes air di lautan kemampuan pengawasan kami,” tulis kelompok peretas tersebut dalam unggahannya.
Kelompok Handala mengeklaim memiliki akses terhadap identitas personel militer AS di kawasan tersebut. Tak hanya sekadar nama, mereka mengaku memiliki data yang sangat detail, mulai dari alamat rumah, informasi keluarga, hingga kebiasaan sehari-hari para prajurit.
"Kami memiliki pengetahuan rinci tentang keluarga mereka, alamat rumah, pangkalan, perjalanan harian, kebiasaan berbelanja, bahkan aktivitas rekreasi malam mereka," klaim kelompok tersebut. Operasi terarah ini dilaporkan sudah dimulai sejak Desember tahun lalu, dengan serangan siber awal yang menyasar anggota Biro Investigasi Federal (FBI).***

