POJOKSATU.id - Salju akhirnya kembali menyelimuti puncak Gunung Fuji di Jepang pada Rabu pagi (6/11), setelah rekor tidak bersalju yang belum pernah terjadi dalam 130 tahun terakhir.
Salju ini pertama kali terlihat dari sisi barat daya gunung, menurut laporan cabang Badan Meteorologi Jepang (JMA) di Shizuoka.
Namun, Kantor Meteorologi Lokal di Kofu, yang bertugas memberikan pengumuman resmi sejak 1984, belum dapat memastikan turunnya salju secara resmi karena cuaca di sisi gunung tersebut tertutup mendung.
Hal ini membuat pernyataab resmi tentang salju Gunung Fuji masih tertunda.
Sebelumnya, salju yang biasanya mulai menutupi Gunung Fuji pada awal Oktober tidak kunjung muncul hingga akhir bulan. Gunung setinggi 3.776 meter ini seharusnya telah berselimut salju, sesuai pola tahunan yang biasa terjadi.
Menurut JMA, keterlambatan salju ini pertama kali tercatat dalam lebih dari satu abad. Normalnya, salju pertama di puncak Gunung Fuji terdeteksi sekitar tanggal 2 Oktober. Tahun lalu, salju sudah turun pada 5 Oktober.
Anomali ini disebabkan oleh suhu hangat yang membuat salju belum terbentuk di gunung tertinggi di Jepang tersebut, seperti disampaikan peramal cuaca JMA di Kofu, Yutaka Katsuta, pada akhir Oktober.
Fenomena Gunung Fuji tanpa salju telah menarik perhatian masyarakat di media sosial, yang berbagi foto-foto kondisi "gundul" puncak gunung tersebut. Banyak warganet terkejut, sementara yang lainnya mengaitkannya dengan dampak perubahan iklim yang mengkhawatirkan.
Suhu rata-rata di puncak Gunung Fuji pada bulan Oktober biasanya mencapai minus 2 derajat Celsius. Namun, tahun ini, suhu tercatat sebesar 1,6 derajat Celsius, yang merupakan suhu tertinggi sejak 1932.
Jepang tahun ini juga mengalami musim panas dan musim gugur yang sangat hangat, yang diperkirakan menjadi penyebab utama keterlambatan turunnya salju.
Baca Juga: Kondisi Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Banyak Rumah Rusak, Hingga Akses Jalan Tertutup
Di sisi lain, JMA Shizuoka berhasil mendokumentasikan salju di sisi barat daya Gunung Fuji dan membagikannya melalui akun resmi X milik Kota Fuji di Prefektur Shizuoka.
"Ini adalah foto-foto Gunung Fuji, dilihat dari balai kota pagi ini. Kita bisa melihat lapisan tipis salju di dekat puncaknya," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Sejumlah warga sekitar turut mengunggah foto salju di puncak Gunung Fuji, sementara rekaman udara dari stasiun nasional NHK memperlihatkan tampilan dekat dari lapisan salju yang tipis di lereng berbatu gunung tersebut.
Gunung Fuji, dengan ketinggian 12.389 kaki, biasanya tertutup salju hampir sepanjang tahun, kecuali selama musim panas antara bulan Juli dan September, saat salju mencair dan pendaki diperbolehkan mendaki gunung berapi aktif tersebut.
Jepang mencatat musim panas yang ekstrem tahun ini, yang menjadi rekor terpanas bersamaan dengan tahun 2023, fenomena yang diyakini dipengaruhi oleh perubahan iklim global.
Gunung yang terkenal akan bentuk simetrisnya ini juga diabadikan dalam berbagai karya seni klasik, seperti dalam lukisan "Great Wave" oleh seniman ukiyo-e Katsushika Hokusai. Gunung Fuji terakhir kali mengalami letusan sekitar 300 tahun yang lalu. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.

