POJOKSATU.id - Pernyataan keras kembali dilontarkan Donald Trump yang langsung menyita perhatian dunia.

Dalam konferensi pers Sabtu 18/4/2026, Trump secara blak-blakan menyerang Iran, bahkan menyebut negara tersebut sudah tidak memiliki kekuatan militer yang berarti.

Trump tidak hanya mengkritik, tetapi juga mengarah pada isu sensitif perubahan rezim.

Baca Juga: Viral! Penumpang Bawa Obeng Teror Sopir Angkot hingga Nyaris Celaka

Ia menegaskan bahwa Iran saat ini berada dalam posisi lemah dan tidak lagi bisa mengancam Amerika Serikat seperti sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan,

“Mereka tidak punya angkatan laut, tidak punya angkatan udara. Mereka tidak punya pemimpin, tidak punya apa-apa.” ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari White House 18/4/2026.

Baca Juga: Kejagung Didesak Segera Periksa Skandal Jusuf Kalla dan Yusuf Hamka yang Rugikan Negara

Lebih lanjut, ia menyinggung situasi internal Iran yang menurutnya sudah mengarah pada perubahan besar.

“Itu adalah perubahan rezim. Anda bisa menyebutnya perubahan rezim yang dipaksakan.” kata Trump

Tak berhenti di situ, Trump juga menanggapi ancaman lama Iran terkait penutupan jalur laut strategis dunia.

Baca Juga: Harga Diri

Ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil.

“Mereka ingin menutup selat lagi. Mereka tidak bisa memeras kami.” tegasnya.

Menurut Trump situasi kini berbeda karena AS telah mengambil sikap tegas yang tidak dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Ia juga mengklaim komunikasi dengan Iran tetap berjalan meski dalam tekanan tinggi.

Pernyataan ini langsung memicu perhatian global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.

Baca Juga: Kejagung Didesak Segera Periksa Skandal Jusuf Kalla dan Yusuf Hamka yang Rugikan Negara

Ketegangan yang meningkat dikhawatirkan berdampak luas pada stabilitas geopolitik dan ekonomi internasional.

Situasi ini pun menjadi sorotan apakah benar Iran berada di titik terlemah, atau justru pernyataan Trump menjadi bagian dari strategi tekanan baru Amerika Serikat.***