POJOKSATU.id, JAKARTA— Gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas atau Palestina akan mulai berlaku pada 19 Januari 2025 di Jalur Gaza.

Meski mulai besok dilakukan gencatan senjata, namun nyatanya Israel terus menyerang Gaza hingga Jumat (17/1/2025) yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Setidaknya 101 warga Palestina telah syahid dan lebih dari 264 orang terluka akibat serangan Israel di Gaza sejak pengumuman perjanjian gencatan senjata baru-baru ini.

Baca Juga: Pelaku Penusukan Saif Ali Dikabarkan Telah Ditangkap, Ini Kronologi Lengkap Serangan Mengerikan yang Dialami Aktor Bollywood Itu

Qatar selaku mediator mengumumkan gencatan senjata yang dimulai pada hari Minggu (19/1) mendatang bersamaan dengan pertukaran sandera dan tahanan.

Menurut kantor berita WAFA, sembilan warga sipil syahid dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah di dekat stasiun patroli Sultan di Jabalia di Gaza utara.

Korbannya adalah ibu, putra, dan cucu keluarga jurnalis Amer Sultan.

Selain itu, lima warga sipil syahid dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah milik keluarga Baraka di kota Abasan al-Jadida, sebelah timur Khan Yunis di Gaza selatan.

Baca Juga: Libur Ramadhan Anak Sekolah 2025 Disetujui Lintas Kementerian, Tinggal Tunggu SE Bersama 4 Menteri

Dua pemuda juga syahid dalam pemboman Israel yang menghantam tenda tempat berlindung para pengungsi di sebelah barat Khan Yunis.

Di Jalur Gaza tengah, pasukan Israel menargetkan tenda milik keluarga Ali di kamp pengungsi al-Nuseirat, menewaskan satu warga.

Warga sipil lainnya meninggal karena luka yang diderita beberapa hari sebelumnya dalam serangan pesawat tak berawak Israel di dekat Jalan Salah al-Din di selatan.

Sementara itu, Qatar selaku mediator mengumumkan gencatan senjata yang dimulai pada hari Minggu (19/1).

"Kesepakatan itu akan mulai berlaku pada 19 Januari," ujar Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman dilansir Reuters, Kamis (16/1/2025).

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Biden menyebutkan gencatan senjata itu berlaku secara penuh dan menyeluruh, mulai penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan pembebasan semua sandera yang ditahan oleh Hamas. Kesepakatan itu berlaku selama enam minggu.***