POJOKSATU.id, IRAN— Juru Bicara Garda Revolusi Iran, Brigjen Ali Naeini, mengumumkan inovasi dan senjata baru mulai digunakan menghadapi serangan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Brigjen Ali Naeini menambahkan, Militer Iran siap berperang dalam waktu lama dengan AS dan Israel.

"Inisiatif militer dan senjata baru yang dimiliki Iran sedang dalam proses," katanya dikutip Aljazeera, Sabtu (7/3/2026).

Dia menambahkan bahwa senjata-senjata tersebut belum digunakan secara luas dalam perang kali ini.

Baca Juga: Dewan Pers Larang Wartawan Meminta THR ke Instansi, Surat Imbauan Segera Diterbitkan

Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang diharapkan akan diterapkan metode baru Khaybar 4 dalam melakukan serangan terhadap musuh.

Fars News Agency mengutip seorang pejabat Garda Revolusi Iran yang mengatakanproses pembuatan sistem rudal telah dimulai setahun yang lalu dan masih berlanjut hingga saat ini.

Rudal yang digunakan hingga saat ini adalah rudal generasi baru yang jarang digunakan.

Mereka telah meluncurkan sejumlah besar rudal Khoramshahr dari operasi 22 dan Fath ke arah wilayah yang diduduki secara berkala dengan gelombang berbeda.

Baca Juga: Promo Lebaran Garuda Indonesia, Diskon Tiket Pesawat hingga 20 Persen Pakai Kode MUDIK26

Sebanyak 22 situs-situs Amerika dan Israel menjadi sasaran balasan lapangan.

Garda Revolusi menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara Teluk, Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv terkena serangan.

Bagian media Garda Revolusi mengumumkan pertahanan udara milik angkatan udara berhasil mendeteksi dan menghancurkan pesawat tak berawak Israel tipe "Haron" kedua, setelah pesawat tersebut mencoba menyerang beberapa titik di kota Isfahan.

Rudal Khaybar 4

Iran memperkenalkan rudal balistik andalannya Khorramshahr-4 alias Kheibar atau Khaybar 4 ke publik yang punya daya jangkau jelajah hingga 2.000 kilometer.

Rudal ini adalah rudal balistik jarak jauh yang diklaim sebagai salah satu tercanggih milik Iran dengan kemampuan membawa hulu ledak 1 ton lebih dan akurat, tepat sasaran, presisi.

Rudal dirancang khusus untuk menembus pertahanan udara yang paling ketat sekali pun.

Rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kg (1,5 ton). Ini adalah kapasitas angkut terbesar di antara jajaran rudal Iran.

Di luar atmosfer, rudal ini bisa mencapai kecepatan Mach 16, dan saat memasuki atmosfer (re-entry) untuk menghantam target, kecepatannya masih berada di kisaran Mach 8.

Rudal ini menggunakan bahan bakar cair jenis baru yang memungkinkan rudal disimpan dalam kondisi siap tembak selama bertahun-tahun di dalam silo bawah tanah tanpa perlu pengisian bahan bakar mendadak yang memakan waktu.***