POJOKSATU.id - Gunung Fuji kali ini kembali menjadi sorotan, tidak hanya bagi warga Jepang tetapi juga dunia, setelah selama satu tahun penuh tidak tertutupi salju—fenomena yang baru pertama kali terjadi dalam 130 tahun.
Biasanya, pada bulan Oktober puncak Gunung Fuji sudah mulai diselimuti salju. Namun, hingga memasuki bulan November 2024, gunung ikonik ini masih terlihat kosong dari tumpukan salju.
Fenomena ini diduga disebabkan oleh cuaca panas yang mencegah turunnya salju di puncak Gunung Fuji, memicu kekhawatiran publik Jepang tentang kemungkinan perubahan iklim jangka panjang sebagai penyebabnya.
Kantor Meteorologi Kofu, yang bertugas mengumumkan salju pertama di Gunung Fuji sejak tahun 1984, belum mengeluarkan pengumuman kedatangan salju tahun ini akibat suhu tinggi yang terus bertahan.
Shinichi Yanagi, salah satu petugas di Kantor Meteorologi Kofu, menjelaskan, "Suhu panas sangat terasa di musim semi tahun ini, dan turunnya hujan berkontribusi dalam tidak turunnya salju di Gunung Fuji."
Tahun ini mencetak rekor baru dengan ketidakhadiran salju di Gunung Fuji hingga bulan November.
Sebelumnya, rekor salju terlama tercatat pada 26 Oktober di tahun 1955 dan 2015.
Kondisi ini seakan menandai pergeseran iklim yang serius di Jepang, mengingat musim panas tahun ini tercatat sebagai yang terpanas, dengan kenaikan suhu rata-rata mencapai 1,76 derajat Celcius dari musim-musim sebelumnya, serta suhu bulan Oktober yang lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan, sebanyak 74 kota di Jepang mencatat suhu harian hingga 30 derajat Celsius.
Para ahli mengaitkan fenomena ini dengan pengaruh El Niño dan aktivitas manusia yang memicu pemanasan global, membuat suhu di Jepang tiga kali lebih panas dari biasanya di bulan Oktober.
El Nino, yang dikenal mempercepat kenaikan suhu global, diperparah dengan emisi gas rumah kaca yang terus meningkat, sehingga dunia diimbau menjaga peningkatan suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius guna menghindari dampak negatif yang lebih luas.
Baca Juga: Fenomena Equinox Bikin Gerah, Suhu Udara di Pulau Jawa Bakal Terasa Lebih Panas Daripada Biasanya
Fenomena yang terjadi di Jepang ini dapat menjadi sinyal peringatan bagi seluruh dunia terkait pemanasan global yang semakin nyata. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.

