POJOKSATU.id - Penampilan Presiden Prancis Emmanuel Macron di World Economic Forum (WEF) Davos 2026 mendadak menjadi magnet perhatian dunia.
Bukan soal isi pidatonya yang menyinggung kebijakan Amerika Serikat melainkan kacamata hitam yang ia kenakan saat berbicara di dalam ruangan.
Momen itu langsung memicu kehebohan global, mulai dari meme, spekulasi liar, hingga komentar dari para pemimpin dunia.
Baca Juga: Akhir Penantian! Bupati Dompu serahkan 5.395 SK PPPK Paruh Waktu
Kantor Kepresidenan Prancis akhirnya memberi penjelasan.
Dikutip Pojoksatu dari Reuters, Élysée Palace mengungkap bahwa Macron memakai kacamata hitam karena mengalami pecah pembuluh darah pada mata yang membuatnya sensitif terhadap cahaya.
Kondisi tersebut disebut tidak berbahaya dan bersifat sementara.
Baca Juga: Demo Sopir Angkot di Bogor! Apa yang Sebenarnya Diminta dari Pemkot? Ini Penjelasannya
Namun penjelasan medis itu justru tidak mampu meredam kehebohan.
Dalam hitungan jam, media sosial dipenuhi komentar yang menyebut Macron tampil seperti pilot tempur dalam film Top Gun.
Dikutip Pojoksatu dari Reuters, warganet ramai menjuluki gaya Macron sebagai Top Gun shades, menjadikannya bahan candaan internasional.
Baca Juga: Demo Sopir Angkot di Bogor! Apa yang Sebenarnya Diminta dari Pemkot? Ini Penjelasannya
Kehebohan makin memuncak ketika mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut menyinggung gaya Macron.
Dalam pidatonya di Davos, Trump mengejek penampilan presiden Prancis itu sembari menyindir kebijakan Eropa.
Sindiran tersebut mempertegas bahwa kacamata hitam Macron telah berubah menjadi isu politik kecil yang tak terduga.
Di sisi lain isi pidato Macron tentang kritik terhadap ancaman tarif AS justru tenggelam oleh pembahasan soal kacamatanya.
Perhatian publik lebih tertuju pada gaya Macron ketimbang pesan geopolitik yang ia sampaikan.
Baca Juga: Demo Sopir Angkot di Bogor! Apa yang Sebenarnya Diminta dari Pemkot? Ini Penjelasannya
Fenomena ini menunjukkan betapa simbol visual mampu menggeser fokus dunia, bahkan dalam forum global sekelas Davos.
Kacamata hitam yang semula sekadar kebutuhan medis berubah menjadi drama internasional yang terus diperbincangkan hingga kini.***

