POJOKSATU.id, JAKARTA-- Umat Katolik Amerika Serikat (AS) semakin berpaling dari Presiden Donald Trump seiring memanasnya ketegangan antara Gedung Putih dan Paus Leo XIV.
Dikutip dari Newsweek, Kamis (9/4/2026), hal ini diduga berkaitan erat dengan kebijakan Donald Trump maupun kritik Paus Leo yang sering dilontarkan terhadap tindakan Trump.
Termasuk komentarnya baru-baru ini, yang disampaikan dalam konteks perang di Iran, bahwa Tuhan tidak mendengarkan para pemimpin yang memulai konflik dan memiliki tangan penuh darah.
Pada Selasa (7/4/2026), sebelum gencatan senjata diumumkan, Paus Leo XIV yang berasal dari AS ini menyampaikan salah satu kecamannya terhadap retorika Donald Trump yang menyatakan bahwa seluruh peradaban akan mati malam ini jika Iran gagal memenuhi tenggat waktu AS.
Paus Leo mengecam ancaman terhadap penduduk dan budaya Iran ‘benar-benar tidak dapat diterima’.
Sebuah survei yang dirilis pada Februari 2026 oleh Pew Research Center, sebelum perang Iran, menunjukkan bahwa di sebagian besar kelompok agama, termasuk kaum evangelis, Katolik, dan Protestan non-evangelis, tingkat dukungan terhadap Trump kini jauh lebih rendah.
Baca Juga: Imbas Serang Iran, Sebanyak 52 Persen Pemilih AS Setuju Donald Trump Dimakzulkan
Tingkat persetujuan terhadap cara Trump menjalankan tugasnya turun dari 59 persen menjadi 52 persen di kalangan umat Katolik kulit putih.
Sementara di kalangan umat Katolik Hispanik turun menjadi 23 persen dari 31 persen.
Demikian pula, dukungan untuk seluruh atau sebagian besar agenda Trump juga menurun.
Dari 51 menjadi 46 persen untuk umat Katolik kulit putih dan dari 20 persen menjadi 18 persen untuk umat Katolik Hispanik.
Kepercayaan bahwa Trump bertindak secara etis dalam jabatannya juga menurun di antara semua kelompok agama.
Termasuk umat Katolik kulit putih (dari 39 persen menjadi 34 persen) dan umat Katolik Hispanik (dari 22 persen menjadi 14 persen).
Survei ini dilakukan terhadap 8.512 responden dari tanggal 20 hingga 26 Januari 2026, dengan margin of error plus atau minus 1,4 poin persentase.
Trump tidak hanya kehilangan dukungan di kalangan umat Katolik AS, tetapi dukungan untuk Paus Leo XIV, paus pertama dari AS, justru meningkat di kalangan seluruh warga.
Sebuah survei yang dilakukan NBC News baru-baru ini menemukan bahwa, 10 bulan setelah masa kepausannya, para pemilih terdaftar di AS kini memandang Paus lebih positif daripada presiden.
Sebanyak 23 persen responden mengatakan mereka memandang Leo “sangat positif”, 19 persen memandangnya “agak positif”, dan hanya 8 persen yang mengatakan “negatif”.
Selisih positif sebesar 34 menempatkan Paus Leo jauh di depan Trump. Dalam survei yang sama, Trump dipandang positif oleh 41 persen pemilih dan negatif oleh 53 persen, sehingga menghasilkan selisih negatif sebesar 12.
Survei NBC News dilakukan oleh Hart Research Associates terhadap 1.000 pemilih terdaftar pada 27 Februari dan 3 Maret, saat perang di Iran dimulai. Survei ini memiliki margin of error plus atau minus 3,1 poin persentase.***

