POJOKSATU.ID - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, angkat bicara terkait tawaran Presiden Prabowo Subianto yang siap menjadi mediator pascaserangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Dalam pernyataannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026), Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas sikap Pemerintah Indonesia yang bersedia memfasilitasi upaya perdamaian di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan Timur Tengah.
Ia mengucapkan terima kasih atas niat baik Indonesia. Namun, Iran memiliki pandangan berbeda mengenai efektivitas mediasi dengan pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga: Mudik Gratis 2026: TelkomGroup Siapkan 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Rute Kapal untuk 1.700 Pemudik
“Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun,” tegas Boroujerdi dalam konferensi pers, dikutip dari instagram @voktis.id.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa setiap kesepakatan atau hasil perundingan kerap tidak berjalan sesuai komitmen yang telah disepakati.
Karena itu, Iran menilai upaya dialog dengan AS dalam situasi saat ini tidak akan menghasilkan dampak signifikan.
Meski demikian, Boroujerdi tetap berharap komunitas internasional, khususnya negara-negara Islam, dapat mengambil sikap tegas atas serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran.
Ia menilai serangan tersebut sebagai tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional.
Iran juga mendorong dukungan melalui mekanisme organisasi internasional, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga: ADV Rider Bandung Tebar Berkah Ramadhan, 200 Peserta Hadiri Buka Bersama Anak Yatim ke-6
Menurutnya, kedua lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Selain itu, Boroujerdi menyerukan kampanye global bertajuk Katakan Tidak pada Perang.
Ia mengajak negara-negara di dunia untuk menunjukkan penolakan terhadap segala bentuk peperangan dan kekerasan yang dapat memperburuk situasi internasional.
Pernyataan ini menandai sikap tegas Iran di tengah meningkatnya ketegangan pascaserangan militer yang melibatkan AS dan Israel.
Baca Juga: Double THR ASN 2026, Benarkah Semua Daerah Bayar Dua Kali? Cek Faktanya
Di sisi lain, Indonesia melalui Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam upaya meredakan konflik.
Situasi geopolitik Timur Tengah kini menjadi perhatian dunia, mengingat dampaknya yang berpotensi meluas terhadap stabilitas regional maupun ekonomi global.***

