POJOKSATU.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan meluncurkan gelombang rudal ke wilayah Israel pada Selasa, 24 Maret 2026 waktu setempat.

Serangan ini terjadi hanya beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi damai dengan Teheran.

Dilansir dari Reuters, rentetan rudal tersebut langsung memicu sirene peringatan serangan udara di sejumlah wilayah Israel, termasuk kota Tel Aviv.

Baca Juga: Kejadian Mengejutkan di Jembatan Sewo, Mobil Elf Mendadak Oleng dan Tabrak Penyapu Koin, Korban Alami Luka-Luka

Warga pun berhamburan mencari perlindungan di bunker dan tempat aman lainnya.

Militer Israel mengonfirmasi adanya serangan tersebut dan menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara mereka segera diaktifkan.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel melaporkan tengah melakukan evakuasi terhadap warga sipil yang terjebak di sebuah gedung di Tel Aviv akibat dampak serangan.

Baca Juga: VIRAL Niat Bikin Konten Cinematic, Truk ini Malah Terjebak di Pasir Pantai Begedur Banten

Di lokasi lain, petugas juga menemukan sejumlah warga berlindung di tempat penampungan setelah bangunan di sekitar mereka mengalami kerusakan.

Situasi ini menambah ketegangan di tengah kondisi yang sebelumnya sempat disebut mulai mereda.

Sebelumnya, melalui platform Truth Social, Donald Trump menyatakan bahwa komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran berjalan positif.

Baca Juga: Iran Ajak Negara Timur Tengah Bentuk Aliansi Militer Kawasan Tanpa Kehadiran Amerika Serikat

Ia bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai sudah semakin dekat.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya menunda rencana serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik Iran selama lima hari sebagai bentuk itikad baik. Langkah tersebut diambil untuk membuka ruang diplomasi lebih lanjut.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf.

Ia menegaskan bahwa tidak ada proses negosiasi yang berlangsung antara kedua negara.

Baca Juga: Baznas Kabupaten Bandung Himpun Zakat Fitrah Rp90 Miliar, Dadang Supriatna: Bukti Kesempurnaan Ibadah Ramadan

Menurutnya, pernyataan yang beredar hanyalah upaya manipulasi untuk memengaruhi pasar global, khususnya sektor minyak.

Di sisi lain, Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menyebut pernyataan Trump sebagai bagian dari operasi psikologis yang tidak akan memengaruhi sikap Teheran.***