POJOKSATU.id - Dunia kembali dibuat tegang setelah Iran secara tiba-tiba menutup lagi Selat Hormuz, hanya sehari setelah jalur vital tersebut sempat dibuka.

Keputusan cepat ini langsung memicu kekhawatiran global, terutama karena selat tersebut menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Penutupan ini bukan tanpa alasan, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah adanya tudingan blokade kapal di wilayah tersebut.

Baca Juga: Fakultas Hukum UGM Naik Peringkat Dunia, Kini Masuk 151-200 Besar QS WUR 2026

Situasi yang belum sepenuhnya stabil membuat Iran memilih mengambil langkah tegas.

Pihak Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa pengawasan terhadap Selat Hormuz kini diperketat.

“Situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat,” demikian isi pernyataan tersebut, dikutip Pojoksatu.id dari Al Jazeera, 18/4/2026.

Baca Juga: Menteri Pigai Sebut Fery Amsari Bukan Ahli Pertanian, Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Pakai Data

Mereka juga memastikan bahwa jalur tersebut berada di bawah kontrol penuh militer.

“Jalur air strategis ini sekarang berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat oleh angkatan bersenjata,” lanjut pihak IRGC.

Tak hanya itu Iran memberi sinyal bahwa penutupan ini bisa berlangsung lebih lama tergantung sikap Amerika Serikat.

Baca Juga: Pertamina Pantau Pelayaran Selat Hormuz Usai Dibuka Iran, Siapkan Rute Pelayaran Agar Bisa Melintas

“Status Selat Hormuz tetap dikendalikan secara ketat dan dalam kondisi semula, sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal.”

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Setiap gangguan di wilayah ini hampir pasti berdampak langsung pada harga energi global.

Kini dunia menghadapi ketidakpastian baru pasar energi mulai bergejolak.

Sementara negara-negara pengimpor minyak bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan harga dalam waktu dekat.***