POJOKSATU.id, WASHINGTON – Presiden Donald Trump mengklaim sebagai penjaga Timur Tengah.
Dan Trump meminta imbalan 20 persen dari pendapatan Timteng yang kaya minyak bumi itu.
Ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat.
Trump menyatakan bahwa jika Iran gagal mencapai kesepakatan nuklir final dengan Amerika Serikat, ia akan kembali melakukan serangan militer terhadap Teheran atau menjadikan AS sebagai ‘Penjaga Timur Tengah’ dengan imbalan 20 persen dari pendapatan kawasan tersebut.
Baca Juga: Iran dan Amerika Berdamai, Trump Umumkan Selat Hormuz Bebas, Biarkan Minyak Mengalir
Trump mengklaim bahwa tekanan militer terhadap Iran menjadi faktor utama yang mendorong tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Trump menyebut serangan rudal dan pengeboman AS serta blokade laut menjadi alasan Iran akhirnya bersedia mencapai kesepakatan.
“Intinya adalah serangan yang kami lakukan itu berdampak besar terhadap tercapainya kesepakatan ini, dampak yang sangat besar,” kata Trump.
Trump menambahkan bahwa pendekatan keras terhadap Iran menjadi pembeda utama dalam tercapainya kesepakatan tersebut.
“Mereka tidak menginginkan serangan ketiga,” kata Trump soal kemungkinan Iran menghadapi konflik lanjutan.
Baca Juga: Perang AS-Israel dengan Iran dan Perubahan Geoekonomi ASEAN
“Mereka ingin tetap hidup," imbuhnya.
Adapun AS bersama Israel telah menyerang Iran sejak 28 Februari yang kemudian memicu perang di kawasan.
Pada 8 April, kedua negara sepakat mencapai gencatan senjata meski masih diwarnai aksi saling tembak.
Terbaru, AS bahkan menggempur sejumlah sistem pertahanan udara dan radar di sekitar Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap helikopter Apache milik AS.
Meski kini kesepakatan awal telah tercapai, Iran, menurut Trump, tidak akan menerima keringanan sanksi atau pencairan aset yang dibekukan sebelum memenuhi komitmen dalam kesepakatan.
Trump mengatakan kesepakatan barunya akan memastikan Iran tidak dapat mengembangkan atau membeli senjata nuklir.
Ia membandingkannya dengan perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan pemerintahan Presiden Barack Obama.
Menurut Trump, Iran akan tetap dibatasi hanya untuk pengayaan uranium tingkat rendah yang tidak dapat digunakan untuk kepentingan militer.
“Mereka tidak akan pernah bisa melampaui batas tertentu,” kata Donald Trump.***

