POJOKSATU.id, --Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan sikap kontroversial dengan menghina Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Pernyataan kontroversial diungkapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengejek Presiden Prancis Emmanuel Macron karena didorong istrinya.
Namun, pernyataan Trump itu memunculkan kemarahan dan disebut sebagai bentuk frustasi atas minimnya bantuan NATO dan sekutunya di Eropa pada perang Iran.
Baca Juga: Mantan Penyanyi Dandut Ashraff Berpeluang Dipanggil KPK Terkait Dugaan Korupsi Fadia Arafiq
Apalagi, ia juga mulai berpikir menarik mundur AS dari aliansi pertahanan Barat tersebut.
“Saya tak membutuhkan mereka, namun saya akan tetap bertanya,” kara Trump dalam video yang sempat diposting saluran Youtube Gedung Putih, Rabu (1/4/2026), sebelum kemudian dihapus, seperti dilansir dari The Independent.
“Saya menghubungi Prancis, Macron, yang istrinya memperlakukannya dengan buruk. Masih memulihkan diri dari pukulan di rahang,” tuturnya.
Macron pun kemudian menanggapi ledekan Trump dengan menyebutnya tak elegan dan tidak sesuai.
Kemarahan atas pernyataan Trump muncul dari politikus di seluruh Prancis.
Bahkan pihak oposisi Macron, turut membela Presiden Prancis itu dari serangan Trump.
“Jujur saja ini tak sesuai standar. Saat ini kita sedang membahas masa depan dunia,” kata Presiden Majelis Rendah Parlemen Prancis, Yael Braun Pivet, Kamis (2/4/2026).
“Saat ini di Iran, hal ini berdampak pada kehidupan jutaan orang, orang-orang tewas di medan perang, dan ada seorang presiden yang tertawa, yang mengejek orang lain,” tambahnya.
Pemimpin sayap kiri Prancis radikal Partai La France Insoumise, Manuel Bompard juga mengecam pernyataan Trump.
Menurutnya, dia berbeda pendapat dengan Presiden Macron, tetapi dia tidak terima Macron dan istrinya dihina Donald Trump.
"Bagi Donald Trump untuk berbicara kepadanya seperti itu dan berbicara tentang istrinya dengan cara seperti itu, saya menganggap itu tak bisa diterima,” tuturnya.
Diketahui, sempat viral, Presiden Macron terlihat didorong istrinya atau ditoyor istrinya saat akan turun dari pesawat kenegaraan saat melakukan kunjungan ke Vietnam beberapa bulan lalu.***

