POJOKSATU.id - Tekanan terhadap rupiah masih belum mereda pada awal Juli 2026.

Mengawali perdagangan Rabu 1 Juli 2026, mata uang Garuda kembali kehilangan tenaga di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.944 per dolar AS di pasar spot.

Posisi tersebut melemah 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Baca Juga: Saat Menyekap Yuvita, Tersangka Taufik Hidayat Check In di Hotel Bersama Janda, Tak Mau Bayar Pula

Sejalan dengan itu, indeks dolar AS juga bergerak naik sebesar 0,13 persen atau bertambah 0,14 poin ke level 101.323, menandakan mata uang Negeri Paman Sam masih cukup dominan di pasar keuangan internasional.

Di tengah pergerakan tersebut, sejumlah bank nasional turut memperbarui kurs jual dan beli dolar AS yang berlaku pada Rabu pagi. Nilainya bervariasi, tergantung jenis layanan transaksi yang digunakan nasabah.

BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menetapkan kurs e-rate dengan harga beli Rp17.970 dan harga jual Rp17.990 per dolar AS pada pukul 09.12 WIB.

Sementara untuk layanan TT Counter, kurs beli berada di Rp17.765, sedangkan kurs jual dipatok Rp18.040.

Baca Juga: Di Pidato HUT Polri ke 80, Prabowo Subianto Singgung Soal Hukum Tempat Berlindung bagi Mereka yang Lemah

Angka yang sama juga berlaku pada transaksi bank notes, yakni harga beli Rp17.765 dan harga jual Rp18.040 per dolar AS.

Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperbarui special rate pada pukul 09.18 WIB dengan kurs beli Rp17.855 dan kurs jual Rp17.885 per dolar AS.

Adapun melalui layanan TT Counter, Bank Mandiri menetapkan harga beli Rp17.670 dan harga jual Rp17.970.

Nilai tersebut juga digunakan pada layanan bank notes.

Baca Juga: Harga BBM Turun Mulai 1 Juli, Kendaraan Diesel Jadi yang Paling Diuntungkan

BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan kurs beli dolar AS sebesar Rp17.838 per dolar AS, sedangkan kurs jual berada di level Rp17.991 pada pukul 09.18 WIB.

BNI
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mematok special rate dengan harga beli Rp17.830 dan harga jual Rp17.970 per dolar AS.

Untuk layanan TT Counter, BNI menetapkan kurs beli Rp17.820, sedangkan kurs jual mencapai Rp18.990.

Besaran yang sama juga berlaku untuk transaksi bank notes.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Polri Jangan Terlena Meski Indonesia Catat Nol Insiden Terorisme Sejak 2023

Perbedaan kurs di setiap bank merupakan hal yang wajar karena menyesuaikan jenis transaksi dan kebijakan masing-masing perbankan.

Karena itu, masyarakat yang akan membeli maupun menjual dolar AS sebaiknya membandingkan kurs terlebih dahulu agar mendapatkan nilai tukar yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi berbagai sentimen ekonomi global maupun domestik.

Bagi pelaku usaha, investor, hingga masyarakat yang memiliki kebutuhan valuta asing, mencermati perubahan kurs setiap hari menjadi langkah penting untuk mengambil keputusan yang lebih tepat.***