POJOKSATU.id,-- Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar sidang darurat, Selasa (31/3/2026) terkait tewasnya atau gugurnya tiga anggota TNI di Lebanon.
Sidang digelar atas permintaan Indonesia dan Prancis serta dibuka Presiden DK PBB yang juga Dubes AS untuk PBB, Mike Waltz.
Wakil Tetap RI untuk PBB, Dubes Umar Hadi dalam pernyataannya di hadapan peserta sidang menyuarakan duka sekaligus kemarahan yang dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
"Menyampaikan rasa duka cita, kemarahan, dan frustrasi lebih dari 285 juta penduduk Indonesia. Saya yakin, rasa duka cita, kemarahan, dan frustrasi ini juga dirasakan oleh masyarakat dunia,” ujar Umar Hadi, Selasa (31/3).
Baca Juga: Sosok Perwira Kopassus Kapten Zulmi Aditya Gugur di Usia Muda Diserang Israel, Lulusan Akmil 2015
Dubes menegaskan, tindakan pembunuhan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB tidak bisa diterima, dan menjadi kerugian besar tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi PBB.
Dubes mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan yang dipandang melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, serta mendesak semua pihak untuk menghentikan eskalasi dan tindakan agresif yang membahayakan personel dan aset PBB.
"Kami juga menuntut jaminan tegas dari semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, untuk segera menghentikan serangan dan perilaku agresif yang membahayakan personel dan properti PBB," tegasnya.
Baca Juga: Kapten Zulmi Aditya Gugur di Akhir Masa Tugas di Lebanon, Beberapa Hari Lagi Pulang ke Indonesia
Di samping itu, Indonesia juga mendesak langkah konkret dari DK PBB, termasuk investigasi menyeluruh dan pertanggung jawaban pelaku.
"Izinkan saya memperjelas, kami menuntut penyelidikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan alasan dari Israel. Hari ini, Dewan Keamanan harus bersuara dengan jelas, tegas, dan bersatu untuk mengutuk serangan terhadap personel pasukan penjaga perdamaian," tegas Dubes.
Dubes Indonesia di PBB ini juga menilai eskalasi konflik yang terjadi di Lebanon hingga menegaskan personel TNI tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan aksi militer Israel.
“Eskalasi saat ini tidak muncul begitu saja. Hal ini berakar dari serangan berulang-ulang oleh Militer Israel ke wilayah Lebanon,” kata Umar Hadi.
Baca Juga: Imbas Tiga Anggota TNI Gugur, Ketua MPR Minta Presiden Prabowo Tarik Pasukan TNI dari Lebanon
Seperti diketahui, tiga anggota TNI gugur di Lebanon, merupakan pasukan perdamaian PBB yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Identitas ketiga prajurit TNI yang gugur antara lain Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon.
Praka Farizal Romadhon gugur Minggu (29/3). Sementara Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan gugur Senin (30/3) waktu setempat.
Kapten Inf Zulmi Aditya berasal dari Sat Grup 2 Kopassus, dia juga merupakan Komandan Kompi B pasukan UNIFIL.
Kemudian lima personel lainnya menderita luka-luka yakni Kapten Sulthan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Prajurit Deni Rianto.***

