POJOKSATU.id, THE Israel Defence Forces (IDF) atau tentara Israel membunuh tiga sandera sesama warga mereka, setelah menduga ketiganya bagian dari Hamas, Sabtu, 16 Desember 2023.

Juru bicara IDF, Daniel Hagari menjelaskan selama pertempuran di kawasan Shejaiya, Gaza, tentara Israel secara keliru mengidentifikasi tiga sandera tersebut sebagai ancaman.

Kemudian pasukan IDF menembak ke arah ketiga sandera hingga meninggal dunia di tempat.

“Saat dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian, timbul kecurigaan terhadap identitas almarhum," ujar Hagari dalam siaran resminya, Sabtu, 16 Desember 2023.

Baca Juga: Jurnalis Wael Al Dahdouh Terluka Parah saat Melaporkan Pemboman yang Dilakukan Israel di Sekolah PBB di Gaza Selatan

Dijelaskannya setelah penembakan itu, ketiga mayat para sandera dipindahkan ke wilayah Israel untuk diperiksa. Hasilnya, ketiganya memang warga Israel.

Ketiga sandera berhasil diidentifikasi yaitu Yotam Haim, yang diculik dari Kibbutz Kfar Aza pada 7 Oktober. Kemudian, Samer Talalka, yang diculik dari Kibbutz Nir Am juga pada tanggal 7 Oktober.

Kemudian, sandera ketiga yang secara keliru dibunuh oleh Pasukan Pertahanan Israel adalah bernama Alon Shamriz, berusia 26 tahun.

“IDF menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden tragis tersebut dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga," jelas IDF.

Baca Juga: Masih Banyak yang Diam dengan Penindasan Israel Terhadap Warga Gaza, Zaskia Adya Mecca : Semoga Hatinya Dilembutkan oleh Allah SWT

Seperti diketahui, pada 7 Oktober 2023, Hamas menculik warga sipil Israel dengan tujuan barter dengan tahanan Palestina.

Beberapa pertukaran telah berlangsung beberapa kali. Namun, sebagian masih dalam sandera.

Dalam beberapa momen, Hamas memulangkan sandera dalam keadaan baik. Para sandera juga mengaku diperlakukan dengan baik selama dalam penyanderan.

Namun, berbeda dengan tahanan Palestina yang dikeluarkan dalam kondisi trauma akibat kekerasan fisik dan mental.

Baca Juga: Kesal Zara Ledek Derita Warga Gaza di Kampanye Terbarunya, Hesti Purwadinata Putuskan Boikot Brand Asal Spanyol Itu

Banyak warga sipil Palestina yang masih ditahan di penjara Israel, bahkan terdapat banyak anak-anak dan perempuan dengan tuduhan yang tidak jelas. ***