POJOKSATU.id,-- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut tak berencana mengirim atau invasi darat ke Iran di tengah konflik yang kian memanas.

Namun pernyataan ini masih diragukan sebab beberapa hari sebelumnya Trump mengatakan bahwa dia tidak takut menempatkan pasukan di lapangan.

Pernyataan ini disampaikan saat perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki pekan keempat

Meski demikian, Trump tetap membuka kemungkinan langkah lain yang dianggap perlu.

Baca Juga: Presiden Iran Sebut Israel Terorisme Negara dan Amerika Serikat Hancurkan Norma Hukum Global

Sikap tersebut muncul di tengah laporan bahwa pemerintahannya sempat mempertimbangkan pengerahan ribuan tentara ke kawasan.

Trump secara tegas menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk mengerahkan pasukan darat ke wilayah konflik.

“Saya tidak menempatkan pasukan di mana pun,” kata Trump saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan pengiriman tentara.

“Kalau saya melakukannya, tentu saya tidak akan memberi tahu Anda. Tapi saya tidak menempatkan pasukan. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan,” katanya di Gedung Putih dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga: Iran Lebaran

Meski kini menolak pengiriman pasukan darat, Trump sebelumnya sempat menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap opsi tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, ia mengatakan bahwa dirinya “tidak takut” untuk menempatkan pasukan di lapangan.

Di sisi lain, Trump juga berulang kali menyampaikan bahwa operasi militer terhadap Iran bisa segera berakhir, meski eskalasi di lapangan terus terjadi.

Sebelumnya, muncul laporan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan pengerahan ribuan tentara untuk memperkuat operasi di Iran.

Informasi ini berasal dari seorang pejabat AS dan beberapa sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, sedikitnya 13 tentara AS dilaporkan tewas akibat serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika di kawasan.

Di tengah pernyataan publik Trump, pemerintah AS dilaporkan masih mempertimbangkan berbagai opsi militer yang lebih luas.

Beberapa di antaranya mencakup kemungkinan operasi terhadap target strategis Iran yang berpotensi membutuhkan keterlibatan pasukan darat.

Pentagon juga disebut telah mengajukan permintaan dana hingga 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.377 triliun) untuk mendukung operasi militer terkait konflik ini.

Selain itu, Amerika Serikat telah mulai memindahkan sekitar 2.500 marinir dari kawasan Indo-Pasifik ke Timur Tengah, menambah sekitar 50.000 personel militer AS yang sudah berada di kawasan tersebut.

Langkah ini dinilai menunjukkan kesiapan untuk operasi yang lebih luas, meski belum ada keputusan resmi terkait pengerahan pasukan darat ke Iran.***