POJOKSATU.id - Deklarasi Balfour, dikeluarkan pada tanggal 2 November 1917. Deklarasi Balfour menjadi Titik Awal Konflik Panjang Israel-Palestina.

Deklarasi Balfour memegang peran kunci dalam sejarah Israel-Palestina dan berdampak besar pada dinamika politik di Timur Tengah.

Untuk memahami peristiwa penting ini, mari kita menjelajahi sejarah lengkap dari Deklarasi Balfour dan implikasinya dalam konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Baca Juga: November Bulan Solidaritas Palestina yang Miliki 4 Hari Bersejarah, Ada Apa Saja?

Sejarah Deklarasi Balfour

Pada saat itu, Palestina merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman dan telah dikuasai oleh Kesultanan Utsmaniyah selama berabad-abad.

Pada periode ini, gerakan Zionisme yang mendukung pembentukan rumah nasional bagi orang Yahudi mulai berkembang.

Para pemimpin gerakan tersebut, termasuk Theodor Herzl, bekerja untuk memperoleh dukungan internasional.

Theodor Herzl, pendiri gerakan Zionis modern, mendorong untuk mendapatkan dukungan internasional untuk gagasan "tanah air bagi orang Yahudi."

Selama Perang Dunia I, pemimpin komunitas Yahudi di Inggris, seperti Chaim Weizmann dan Nahum Sokolow, menjalin kontak dengan pemerintah Inggris untuk mendukung gagasan pembentukan rumah nasional bagi orang Yahudi di Palestina.

Baca Juga: MUI dan Tokoh Nasional Hadir dalam Aksi Damai Bela Palestina

Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, mengirim surat kepada Lord Lionel Walter Rothschild, seorang pemimpin komunitas Yahudi Inggris, yang berisikan dukungan Inggris terhadap gagasan tersebut.

Surat tersebut kemudian dikenal sebagai Deklarasi Balfour.

Isi surat tersebut menyatakan: "Pemerintah Majestas-Nya memandang dengan simpati terhadap pendirian di Palestina adalah rumah nasional bagi orang-orang Yahudi."

Deklarasi Balfour menciptakan dasar hukum untuk pendirian negara Yahudi di Palestina.

Hal ini menyebabkan pertentangan dengan penduduk Arab Palestina, yang merupakan mayoritas di wilayah tersebut dan menentang ide ini.

Pasca-PD I, Inggris menduduki Palestina sebagai mandat dari Liga Bangsa-Bangsa, tetapi konflik antara penduduk Yahudi dan Arab semakin meningkat.

Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengusulkan pembagian Palestina menjadi dua negara, satu untuk orang Yahudi dan satu untuk orang Arab.

Baca Juga: Jadi Simbol Dukungan untuk Palestina, Ternyata Ini Arti Semangka

Proposal ini disetujui oleh komunitas internasional.

Pada 14 Mei 1948, David Ben-Gurion, pemimpin Yahudi, mengumumkan pembentukan Negara Israel. Hal ini memicu perang dengan negara-negara Arab yang menentangnya.

Konflik Israel-Palestina berkepanjangan dan belum terselesaikan hingga saat ini.

Deklarasi Balfour dianggap oleh banyak pihak sebagai akar dari konflik tersebut, sementara bagi yang lain, itu adalah langkah penting dalam pendirian negara Israel.

Deklarasi Balfour adalah peristiwa bersejarah yang masih mempengaruhi dinamika politik dan konflik di Timur Tengah hingga saat ini.

Kisah Deklarasi Balfour adalah cermin dari kompleksitas sejarah dan konflik Israel-Palestina yang belum terselesaikan.

Bagi sebagian, itu adalah titik awal pendirian negara Israel, sementara bagi yang lain, itu adalah akar dari konflik.

Sampai saat ini, pernyataan ini tetap memainkan peran penting dalam isu-isu di Timur Tengah dan menjadi ingatan akan sejarah yang membentuk masa kini.***