POJOKSATU.id - China baru saja memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga gravitasi terbesar di dunia.

Pembangkit listrik ini dibangun oleh perusahaan Amerika Serikat, Energy Vault, di Rudong, Jiangsu Province, China.

Pembangkit listrik ini memiliki kapasitas 100 megawatt hour (MWh) dan dapat menghasilkan listrik sebesar 25 megawatt (MW).

Pembangkit listrik ini menggunakan teknologi gravitasi untuk menyimpan energi.

Baca Juga: Hidrogen Bahan Bakar Masa Depan Kereta Api Tanpa Emisi Gas Buang

Energi disimpan dengan cara mengangkat blok beton seberat 100 ton ke atas menara setinggi 120 meter.

Saat listrik dibutuhkan, blok beton tersebut dijatuhkan ke bawah untuk menghasilkan energi.

Pembangkit listrik tenaga gravitasi ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknologi penyimpanan energi lainnya, seperti baterai.

Teknologi ini memiliki umur yang lebih panjang, yaitu hingga 30 tahun.

Selain itu, teknologi ini juga lebih aman dan ramah lingkungan. Teknologi ini tidak menghasilkan polusi udara atau emisi gas rumah kaca.

Pembangunan pembangkit listrik tenaga gravitasi ini merupakan bagian dari upaya China untuk mengurangi ketergantungannya pada energi fosil.

China merupakan negara dengan konsumsi energi terbesar di dunia.

Baca Juga: Pertamina dan TEPCO Kerja Sama Kembangkan Hidrogen dan Amonia Rendah Karbon

Pembangkit listrik ini diharapkan dapat membantu China untuk memenuhi kebutuhan listriknya yang terus meningkat, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pembangkit listrik tenaga gravitasi bekerja dengan cara mengangkat beban berat ke atas, kemudian melepaskannya untuk menghasilkan energi.

Beban yang digunakan dapat berupa beton, batu, atau bahkan air.

Pada pembangkit listrik tenaga gravitasi yang dibangun oleh Energy Vault, beban yang digunakan adalah blok beton seberat 100 ton.

Blok beton ini diangkat ke atas menara setinggi 120 meter menggunakan motor listrik.

Saat listrik dibutuhkan, blok beton ini dijatuhkan ke bawah.

Energi kinetik dari blok beton yang jatuh ini kemudian digunakan untuk memutar generator yang menghasilkan listrik.

Pembangkit listrik tenaga gravitasi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknologi penyimpanan energi lainnya, seperti baterai.

Salah satu keunggulannya adalah umur yang lebih panjang.

Baca Juga: Jalur Sepeda Surya, Inovasi Energi Terbarukan di Belanda

Pembangkit listrik tenaga gravitasi dapat memiliki umur hingga 30 tahun, sedangkan baterai biasanya hanya memiliki umur sekitar 10 tahun.

Keunggulan lainnya adalah pembangkit listrik tenaga gravitasi lebih aman dan ramah lingkungan.

Pembangkit listrik tenaga gravitasi tidak menghasilkan polusi udara atau emisi gas rumah kaca.

Meskipun memiliki banyak keunggulan, pembangkit listrik tenaga gravitasi juga memiliki beberapa tantangan.

Salah satu tantangannya adalah biaya pembangunan yang relatif tinggi.

Pembangkit listrik tenaga gravitasi yang dibangun oleh Energy Vault di China diperkirakan menelan biaya sekitar $1 miliar.

Tantangan lainnya adalah pembangkit listrik tenaga gravitasi membutuhkan lahan yang luas.

Pembangkit listrik tenaga gravitasi yang dibangun oleh Energy Vault memiliki luas sekitar 1 kilometer persegi.***