POJOKSATU.id, JAKARTA--Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menjual mobil listrik Tesla merah miliknya buntut perseteruan dengan Elon Musk, CEO Tesla.
Trump awalnya membeli mobil listrik tersebut Maret lalu untuk menunjukkan dukungan bagi Musk di tengah cercaan soal peran Musk dalam pemerintahan Trump.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada AFP pada Jumat (6/6/2025) mengatakan, Trump sedang memikirkan kemungkinan menjual atau menyumbangkan kendaraan tersebut.
Baca Juga: Trump Ancam CEO Mobil Listrik Elon Musk, Dia Harus Tanggung Konsekuensi Serius Jika Lakukan Itu
“Ya, dia sedang memikirkannya,” ujar pejabat Gedung Putih ini singkat saat ditanya soal potensi penjualan Tesla itu.
Mobil berwarna merah yang diperkirakan bernilai sekitar 80.000 dollar AS (sekitar Rp 1,3 miliar) tersebut, menurut laporan AFP, masih terparkir di halaman Gedung Putih pada Jumat.
Ini terjadi hanya sehari setelah pertikaian terbuka antara Trump dan Musk.
Trump mengaku membeli Tesla pada Maret lalu sebagai bentuk dukungan terhadap Musk, yang saat itu dianggap sebagai donatur besar dalam lingkaran dalamnya.
Baca Juga: Geopark Raja Ampat Terancam, Bukan oleh Pulau Gag tapi Dua Perusahaan di Baliknya
Saat itu, Trump memanfaatkan momen dengan menjadikan Gedung Putih sebagai lokasi aksi publisitas yang menampilkan kendaraan Tesla layaknya ruang pamer.
“Ini produk yang luar biasa,” ujar Trump dalam unggahan di media sosial, seraya mengecam serangan kelompok Kiri Radikal terhadap Musk dan perusahaan miliknya.
Elon Musk Batalkan Ancaman
Sementara pada Kamis (5/6) malam waktu setempat, Musk membatalkan ancamannya untuk segera menonaktifkan pesawat luar angkasa Dragon milik SpaceX, yang mengangkut para astronaut NASA serta suplai dari dan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS).
Baca Juga: Aset Daerah Semrawut, Wali Kota Bekasi Didesak Bertindak Tegas!
Beberapa waktu kemudian, ketika Bill Ackman, seorang miliarder dana lindung nilai (hedge fund) mengunggah di media sosial bahwa Trump dan Musk harus berdamai demi kepentingan negara AS yang besar.
Menanggapi unggahan tersebut, Musk menjawab, "Anda tidak salah."
"Bagi Musk, perseteruan yang berkepanjangan dengan Trump bisa sangat mahal," tulis laporan The New York Times.
Perusahaan-perusahaan milik Musk, termasuk SpaceX, telah diuntungkan oleh berbagai kontrak dengan pemerintah senilai miliaran dolar AS dan masih akan menerima miliaran dolar AS lainnya. Dan Trump pada Kamis mengancam akan mengakhiri kontrak-kontrak tersebut.***

