POJOKSATU.ID- Sempat viral di jagat maya, pemandangan tak biasa terjadi di Arab Saudi yang dikenal dengan daerah gersang.

Pada September 2024, sebuah pegunungan di kawasan Kota Mekah tiba-tiba menghijau dan subur ditumbuhi hamparan rumput.

Pemandangan ini bukan hanya menjadi daya tarik bagi turis asing, warga lokal juga ramai-ramai merekam momen langka tersebut.

Menghijaunya pegunungan itu diakibatkan karena hujan deras yang mengguyur Kota Mekah sepanjang Agustus 2024.

Bukan hanya hujan deras, badai besar melanda Kota Mekah dan cukup mengganggu aktivitas para jamaah yang sedang menunaikan ibadah umrah.

Baca Juga: Nikita Mirzani Ungkap Pria Inisial N yang Diduga Selingkuhan Paula Verhoeven Pernah Tinggal di Rumah Baim Wong

Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa jamaah terlihat basah kuyup dan kesulitan berjalan karena lantai di sekitar Ka'bah yang licin.

Badai juga mengakibatkan beberapa barang terbawa angin dan ada momen para jamaah berhasil merekam petir yang menyambar sebuah bangunan.

Usai badai dan hujan deras yang terjadi dari Agustus hingga pertengahan September, wilayah Kota Mekah kemudian menghijau.

Ternyata fenomena alam langka bukan hanya terjadi di Arab Saudi, tapi juga dialami daerah paling tandus di dunia, yakni Gurun Sahara.

Hujan lebat yang terjadi selama 2 hari pada Oktober 2024 ini menyebabkan padang pasir di wilayah Maroko kebanjiran.

Baca Juga: AKGTK Madrasah Periode 2 Tahun 2024, Ini RUANG LINGKUP Materi Tiap Jabatan, Pendaftaran SEGERA DITUTUP

Bahkan sebuah danau yang telah mengering selama 50 tahun, mendadak terisi penuh oleh air.

Hujan disertai badai di wilayah Maroko ini bukan hanya menyebabkan banjir, tapi menciptakan oase baru.

Berdasarkan informasi, badai ini datang setelah warga setempat dilanda kekeringan selama kurang lebih 6 tahun berturut-turut.

Meskipun hujan lebat ini memberikan pasokan air untuk masyarakat, tapi dilaporkan ada 20 korban jiwa karena bencana badai dan merusak produksi tanaman pangan mereka.

Selain itu, fenomena alam langka terjadi juga di wilayah paling dingin di bumi, yakni di kutub selatan alias Antartika.

Baca Juga: Melalui Budidaya Maggot, XL Axiata Terapkan IoT di Pesantren Salafiyah Darussa’adah Lampung

Pemanasan global yang telah menghantui bumi ini sejak 100 tahun lalu telah membuat perubahan iklim cukup ekstrem.

Antartika yang dulu berwarna putih berlapis salju tebal kini sudah menghijau tertutup hamparan lumut yang semakin meluas.

Dalam 35 tahun terakhir, padang lumut tersebut telah meluas lebih dari 12 kali lipat yang semula hanya kurang dari 1 km persegi.

Walaupun pemandangan hijau di sebagian wilayah Antartika terlihat indah, tapi ada dampak buruk yang bisa terjadi di masa depan.

Tanaman lumut bisa mengubah lapisan es menjadi tanah baru yang bisa memunculkan banyak spesies tanaman baru.

Baca Juga: Viral Jamaah Pengajian Nekat Berdiri Dekat Rel Saat Kereta Api, Netizen: Cara Diri Mendekatkan Diri dengan Tuhan

Perubahan tersebut dapat mengganggu ekosistem di Antartika dan membuat bumi kehilangan keseimbangannya.

Akibatnya, bisa saja ada banyak bencana besar yang akan terjadi di masa mendatang karena bumi sudah tak lagi harmonis.

Hingga akhirnya, manusia mungkin akan kehilangan tempat tinggal dan bumi yang sudah tua tak lagi layak untuk menjadi rumah yang nyaman dan aman. ***