POJOKSATU.ID - Sikap berbeda yang diambil Spanyol dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai membuahkan respons dari Teheran.

Negara tersebut kini memberikan kelonggaran bagi kapal-kapal Spanyol untuk melintasi Selat Hormuz, jalur strategis energi dunia.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal politik sekaligus bentuk apresiasi Iran terhadap negara yang tidak mengambil posisi agresif dalam konflik yang tengah memanas.

Baca Juga: Aksi Warga Sukobubuk Pati Urug Lahan, Tolak Gedung Kopdeskel Dibangun di Lapangan yang Jadi Ruang Publik

Pemerintah Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sánchez sejak awal memang memilih jalur diplomasi.

Madrid secara terbuka mengecam aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dinilai berpotensi memperburuk situasi global, dilansir dari AFP.

Tak hanya itu, Spanyol juga menolak keterlibatan langsung dalam operasi militer, termasuk melarang penggunaan pangkalan militernya untuk kepentingan serangan.

Baca Juga: Update Penting Dapodik Sebelum 15 April 2026! Jika Terlambat Sinkron, TPG Bisa Tertunda, Ini Panduan Lengkap Agar Data Guru Aman dan Valid

Keputusan ini sempat memicu kritik dari sejumlah pihak, termasuk Amerika Serikat.

Namun, langkah tersebut justru berbuah respons positif dari Iran. Melalui jalur diplomatik, Iran menyatakan siap membuka akses bagi kapal-kapal Spanyol untuk melintasi Selat Hormuz, asalkan ada koordinasi dengan otoritas setempat.

Duta Besar Iran di Spanyol menulis, "Iran menganggap Spanyol sebagai negara yang menghormati hukum internasional, sehingga menunjukkan keterbukaan terhadap setiap permintaan dari Madrid terkait Selat Hormuz." pada Kamis (26/3/2206).

Baca Juga: TPG Belum Cair Padahal SKTP Sudah Terbit? Ini Penyebab Utama yang Sering Terjadi di 2026 dan Langkah Praktis Agar Dana Segera Masuk Rekening Guru

Kebijakan ini menjadikan Spanyol sebagai salah satu negara Uni Eropa pertama yang mendapatkan perlakuan khusus di tengah ketegangan kawasan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair.

Dengan kondisi konflik yang mengganggu distribusi energi global, akses ke jalur ini menjadi sangat krusial bagi banyak negara.

Selain Spanyol, beberapa negara yang tidak dianggap sebagai pihak musuh seperti Thailand dan Malaysia juga mulai mendapatkan akses serupa setelah melakukan pendekatan diplomatik dengan Iran.

Di sisi lain, keputusan Spanyol untuk tidak terlibat dalam operasi militer turut mendapat dukungan dari masyarakat domestik.

Baca Juga: Resmi! ASN Pemkab Bogor WFH Setiap Jumat, Ini Tujuan dan Aturannya

Mayoritas warga dilaporkan mendukung langkah pemerintah yang dinilai lebih mengedepankan stabilitas dan hukum internasional.

Dengan dinamika ini, konflik global tak hanya berdampak pada militer, tetapi juga mempengaruhi hubungan diplomasi dan distribusi energi dunia.***