POJOKSATU.id, JAKARTA-- Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda perbatasan Nepal dan Tibet China hingga hari kesembilan atau Jumat (4/9) mencapai 1.273 orang.
Otoritas penanggulangan bencana Nepal pada Kamis (3/9/2026) melaporkan sedikitnya 1.252 orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi 26 Agustus 2026.
Jika digabungkan dengan korban jiwa di wilayah Tibet, China, jumlah korban tewas mencapai 1.273 orang.
Baca Juga: Gempa Cilacap M5,4 Berpusat di Laut Kedalaman 69 Km, Terasa Kebumen hingga Pacitan
Di Nepal, jumlah orang yang dinyatakan hilang mencapai 4.216 orang. Sementara di China, 541 orang masih dilaporkan hilang atau ditotal mencapai 4.757 orang untuk dua negara ini.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai tim di lapangan.
Di antara mereka yang hilang terdapat hampir 600 warga negara asing dari lebih dari 30 negara. Warga negara India menjadi salah satu kelompok dengan jumlah terbesar.
Baca Juga: Di Tengah Banjir Nepal, Ada yang Ambil Anting Jenazah, Ada Warga Pilih Kembalikan Emas
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga menyebut sekitar 75 warga negara AS belum diketahui keberadaannya hingga Rabu (2/9/2026).
Di Kathmandu, keluarga sejumlah warga asing yang hilang terus mendatangi rumah sakit dan kamar jenazah untuk mencari informasi mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Salah satunya Sanjeev Rai (53), warga Amerika Serikat yang terbang ke Nepal setelah mengetahui istrinya tidak dapat dilacak.
"Saya merasa putus asa, sudah begitu banyak hari," kata Rai, sebagaimana dilansir Kantor berita AFP.***

