POJOKSATU.id, JAKARTA – Kemlu Iran membantah apa yang disampaikan Presiden AS Donald Trump bahwa Uranium Iran akan dipindahkan ke luar Iran sebagai bagian dari kesepakatan kedua negara.

Pernyataan ini membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya bahwa Iran telah setuju untuk menyerahkan Uranium miliknya.

"Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/4/2026).

"Pemindahan uranium Iran yang diperkaya ke AS tidak pernah dibahas dalam negosiasi," jelasnya.

Baca Juga: Demi Kesejahteraan Tenaga Pendidik PGRI Minta Hentikan PPPK Secara Bertahap dan Desak CPNS Guru Dibuka Lagi

Namun, Baqaei mengatakan pembicaraan baru-baru ini berpusat pada penyelesaian konflik, dan bukan pada penyerahan persediaan uranium Iran.

"Negosiasi sebelumnya berfokus pada masalah nuklir, tetapi sekarang negosiasi berfokus pada mengakhiri perang, dan tentu saja cakupan topik yang dibahas menjadi lebih luas dan beragam," katanya.

"Rencana 10 poin untuk mencabut sanksi sangat penting bagi kami. Masalah kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang yang dipaksakan, sangat penting," ujarnya.

Ia juga mengkritik Trump terkait Selat Hormuz, meskipun Teheran telah menyatakan Selat Hormuz dibuka kembali.

Baca Juga: Maaf Tahun 2026 Blitar Tidak Buka Rekrutmen CPNS dan PPPK, Fokus Jaga Keseimbangan Daerah

Trump mengunggah di platform Truth Social bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan damai dengan Teheran tercapai.

"Pembukaan dan penutupan Selat Hormuz tidak terjadi di internet, itu ditentukan di lapangan, dan angkatan bersenjata kami tentu tahu bagaimana harus bertindak menanggapi tindakan apa pun dari pihak lain," tutur Baqaei.

"Apa yang mereka sebut blokade laut pasti akan ditanggapi dengan respons yang tepat dari Iran. Blokade laut adalah pelanggaran gencatan senjata dan Iran pasti akan mengambil tindakan yang diperlukan," tegasnya.

Diketahui, Uranium adalah unsur kimia radioaktif alami dengan lambang U dan nomor atom 92, berupa logam berat berwarna abu-abu keperakan yang ditemukan dalam batuan dan air laut.

Uranium adalah bahan bakar utama reaktor nuklir (terutama isotop U-235) yang menghasilkan listrik rendah karbon, serta digunakan dalam teknologi medis dan penelitian.***