POJOKSATU.id - Pemerintah Rusia menetapkan status darurat di wilayah Murmansk, Rusia barat laut, setelah kegagalan besar pada jaringan listrik utama membuat ribuan rumah tangga di kawasan Arktik terendam kegelapan.
Krisis ini dipicu oleh badai musim dingin hebat yang merobohkan sejumlah menara transmisi listrik dan menyingkap kerentanan serius pada infrastruktur yang telah menua.
Sejak Jumat, wilayah Murmansk dilanda cuaca ekstrem berupa salju basah, angin kencang, serta badai yang menyebabkan penumpukan es dan embun beku berbahaya pada kabel listrik udara.
Beban kumulatif dari es dan tekanan angin tersebut akhirnya melampaui daya tahan jaringan lama, sehingga lima menara listrik bertegangan tinggi di empat jalur transmisi berbeda roboh.
Baca Juga: Aturan Baru Kemendikdasmen Bikin Guru Kelas Terpojok oleh Serdik Bahasa Inggris
Dampaknya, pasokan listrik di sejumlah permukiman terputus dalam waktu lama.
Gubernur Murmansk Andrey Chibis mengumumkan status darurat pada Minggu.
Ia menyebut “sifat kecelakaan yang berkepanjangan” menuntut penerapan tingkat respons regional tertinggi demi mempercepat penanganan dan koordinasi lintas lembaga.
Meski tim perbaikan bekerja tanpa henti, upaya pemulihan terkendala cuaca buruk yang masih berlangsung, medan Arktik yang sulit, serta lokasi menara yang berada di lereng curam.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan aliran listrik sepenuhnya pulih.
Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah membuka pusat-pusat penampungan sementara di Kota Murmansk.
Baca Juga: TPP ASN Pemprov Riau Terancam Hilang Tahun Depan, APBD Tak Capai Rp10 Triliun
Kepala pusat regional Murmansk, Ivan Lebedev, mengatakan lokasi-lokasi tersebut menyediakan bantuan logistik dan kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak pemadaman berkepanjangan.
Skala kegagalan ini juga mendorong penyelidikan pidana.
Komite Investigasi Rusia membuka perkara dengan dugaan kelalaian, setelah temuan awal mengungkap adanya pengabaian sistemik, termasuk fakta bahwa setidaknya dua jalur listrik yang roboh berusia sekitar 60 tahun dan telah lama direkomendasikan untuk diganti.
Insiden tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai perawatan dan modernisasi infrastruktur vital di wilayah Arktik Rusia yang terpencil namun strategis.
Peristiwa ini turut menjadi perhatian negara-negara yang memiliki kepentingan di kawasan Arktik, termasuk Türkiye, yang memantau perkembangan terkait stabilitas dan logistik di wilayah utara.
Baca Juga: Noel Buka Isu Panas, KPK Langsung Balas: Ungkap di Pengadilan, Jangan di Luar!
Di tengah suhu ekstrem dan gelap yang menyelimuti Murmansk, krisis ini menjadi pengingat bahwa ketangguhan sebuah bangsa juga bergantung pada kesiapan infrastruktur menghadapi perubahan iklim yang kian tak terduga.
Ketika alam menguji batas, manusia ditantang untuk berbenah, sebelum kerapuhan berubah menjadi bencana yang lebih besar.***

