POJOKSATU.ID - Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan menawarkan hadiah fantastis hingga 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai lokasi pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Program pemberian imbalan tersebut diumumkan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang selama ini dikenal memberikan hadiah bagi informasi terkait tokoh yang dianggap terlibat dalam aktivitas terorisme internasional.

Dalam pernyataannya, RFJ menyebut hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169 miliar diberikan bagi pihak yang mampu memberikan informasi mengenai sejumlah tokoh penting Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk Mojtaba Khamenei.

Baca Juga: Satpol PP Kota Bandung Sidak Ramadan, Tiga Dus Miras Tanpa Izin Diamankan di Kawasan Pasar Andir

“Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS untuk informasi mengenai para pemimpin utama IRGC dan cabang-cabangnya,” demikian keterangan resmi RFJ.

Menurut pemerintah AS, para tokoh tersebut disebut memiliki peran penting dalam mengoordinasikan berbagai operasi militer dan jaringan yang dianggap terkait dengan aksi teror di berbagai wilayah dunia.

Selain Mojtaba Khamenei, program tersebut juga mencantumkan sejumlah nama pejabat penting Iran lainnya.

Baca Juga: Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Kapal Tanker, Tapi Syaratnya Transaksi Energi Harus Pakai Yuan Tiongkok

Di antaranya Wakil Kepala Staf di Kantor Pemimpin Tertinggi Ali Asghar Hejazi, penasihat Ali Larijani, Menteri Dalam Negeri Brigjen Eskandar Momeni, serta Menteri Intelijen dan Keamanan Iran Esmail Khatib.

Langkah Washington ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Situasi memanas sejak 28 Februari lalu ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target strategis di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Baca Juga: MA Resmi Tolak Kasasi Nikita Mirzani, Vonis 6 Tahun Penjara atas Kasus Pemerasan dan TPPU Tak Berubah

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Kematian Ali Khamenei kemudian memicu perubahan kepemimpinan di Iran. Putranya, Mojtaba Khamenei, disebut-sebut terpilih sebagai pemimpin baru negara tersebut.

Meski demikian, pemerintah Iran tidak mengumumkan adanya perubahan besar dalam struktur kepemimpinan militer setelah pergantian tersebut.

Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya disebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman dari program nuklir Iran.

Namun belakangan sejumlah pejabat Washington secara terbuka menyatakan bahwa tujuan operasi tersebut juga berkaitan dengan upaya mendorong perubahan rezim di Iran.

Baca Juga: Kabar Baik Guru Sertifikasi! TPG Maret 2026 Berpotensi Cair Sebelum Lebaran, Ini Perkiraan Jadwal Transfer Setelah SKTP Terbit

Situasi ini membuat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin meningkat.

Iran pun merespons dengan melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan serta wilayah Israel.

Dengan tawaran hadiah besar untuk informasi mengenai pemimpin baru Iran tersebut, konflik antara Washington dan Teheran diperkirakan masih akan terus memanas dalam waktu dekat.***