POJOKSATU.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas meski status gencatan senjata masih berlaku.

Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan ke sejumlah situs militer Iran pada Kamis, 07 Mei 2026, termasuk lokasi peluncuran rudal hingga markas intelijen.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi itu menyasar beberapa fasilitas strategis Iran.

Mulai lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, hingga fasilitas intelijen, pengawasan, dan pengintaian.

Baca Juga: Pria 49 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Jagakarsa, Diduga Dipicu Sisa Tiner Renovasi

"Pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak beralasan dan membalas dengan serangan pertahanan diri saat kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman, 7 Mei," demikian pernyataan CENTCOM.

Menurut keterangan tersebut, pasukan Iran disebut meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ketika tiga kapal perang AS melintas di jalur laut internasional.

"Pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal kecil saat USS Truxtun (DDG 103), USS Rafael Peralta (DDG 115), dan USS Mason (DDG 87) melintasi jalur laut internasional. Tidak ada aset AS yang terkena serangan," lanjut pernyataan itu.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal PPPK, Kepala Daerah Diminta Tak Khawatir soal Batas Belanja Pegawai

Seorang pejabat AS menyebut serangan dilakukan di beberapa titik penting, termasuk Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.

Situasi ini langsung memicu kekhawatiran baru soal potensi perang terbuka di kawasan Timur Tengah.

Komandan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine sebelumnya mengungkap Iran telah menyerang pasukan AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata dimulai pada 8 April.

Namun sejauh ini, bentrokan itu belum berkembang menjadi perang besar.

Ketegangan makin meningkat setelah militer AS melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran bernama M/T Hasna di Teluk Oman.

Kapal itu ditembak menggunakan amunisi dari jet tempur ketika mencoba menuju pelabuhan Iran.

Amerika Serikat mengeklaim kapal tersebut melanggar blokade Washington. Namun Iran membantah keras tuduhan itu.

Pihak militer Iran bahkan menuduh serangan udara AS telah menghantam wilayah sipil di sekitar Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik.

Mereka juga menilai Washington melanggar gencatan senjata dengan menargetkan kapal tanker minyak Iran di jalur menuju Selat Hormuz.

Baca Juga: Purbaya Mengaku kecolongan, Anggaran Rp1,05 Triliun Motor Listrik BGN Lolos

Tak hanya itu, juru bicara angkatan bersenjata Iran mengaku pasukannya telah menyerang kapal-kapal militer AS di wilayah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar.

Situasi terbaru ini membuat dunia kembali menyoroti panasnya hubungan Washington dan Teheran.

Di tengah upaya meredam konflik, suara dentuman senjata justru kembali terdengar dan memunculkan kekhawatiran baru bagi stabilitas kawasan maupun keselamatan warga sipil yang terjebak di tengah ketegangan geopolitik.***