POJOKSATU.id - Gedung Putih menyatakan pada Kamis (9/5) bahwa meskipun AS menghentikan kiriman senjata.
Israel masih menerima "sebagian besar" senjata yang mereka butuhkan.
John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, mengatakan kepada wartawan bahwa "senjata masih dikirim ke Israel" dan mereka masih mendapatkan kebutuhan untuk membela diri.
Kirby menegaskan komitmen AS untuk terus memberikan kemampuan yang dibutuhkan oleh Israel dengan menggunakan dana tambahan dari Kongres.
Baca Juga: Perdesaan 5.O
Presiden AS Joe Biden sebelumnya menghentikan kiriman senjata, termasuk bom berbobot 2.000 pon.
Karena kekhawatiran akan rencana Israel untuk menginvasi Kota Rafah, Jalur Gaza.
Biden memperingatkan Israel untuk tidak melanjutkan rencana tersebut dan mengancam akan menahan kiriman senjata yang berperan dalam operasi militer tersebut.
Tindakan penghentian kiriman senjata tersebut telah memicu kritik keras dari pemerintah Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant bersumpah untuk melanjutkan serangan mereka ke Gaza.
Mereka menegaskan bahwa Israel tidak akan ditundukkan dan akan mencapai tujuannya dalam menghadapi Hamas dan Hizbullah.
Konflik yang telah berlangsung selama tujuh bulan telah menelan korban jiwa besar di antara warga Palestina di Gaza.
Serta mengakibatkan kerusakan parah dan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.***
