POJOKSATU.id,-- Rusia memulai evakuasi terencana terhadap ratusan pekerjanya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran.

Evakuasi dilakukan setelah sebuah proyektil AS-Israel menghantam area di dekat fasilitas nuklir tersebut.

PLTN Bushehr terletak di pesisir Teluk Persia, 17 kilometer tenggara kota Bushehr.

Media pemerintah Rusia TASS melaporkan sebanyak 198 pekerja telah dipindahkan.

Baca Juga: Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin Sebut Cahaya di Langit Lampung Sisa Roket China Jenis CZ 3B

Ini merupakan gelombang ketiga evakuasi dari fasilitas yang dibangun dengan bantuan Moskow tersebut.

Namun sekitar 100 staf Rusia dilaporkan masih berada di lokasi.

Wilayah sekitar Bushehr sendiri telah menjadi sasaran serangan sebanyak empat kali selama perang berlangsung.

“Sesuai rencana, kami memulai fase utama evakuasi hari ini,” ujar Kepala Badan Energi Nuklir Rusia Rosatom, Alexey Likhachev, Minggu, 5 April 2026.

"Sekitar 20 menit setelah serangan yang nahas itu, bus-bus berangkat dari stasiun Bushehr menuju perbatasan Iran-Armenia dengan membawa 198 orang, tepatnya, ini adalah evakuasi terbesar," tambahnya.

Baca Juga: Saling Klaim, Iran Sebut Gagalkan Penyelamatan Pilot Jet Tempur F-15E Amerika yang Ditembak Jatuh

Likhachev juga menyatakan bahwa Rusia telah memberi tahu AS dan Israel terkait proses evakuasi tersebut.

Ia memperingatkan bahwa risiko kerusakan maupun potensi insiden nuklir terus meningkat seiring perkembangan situasi di lapangan.

“Kemungkinan risiko kerusakan atau potensi insiden nuklir, sayangnya, justru semakin meningkat, sebagaimana telah dikonfirmasi oleh peristiwa pagi ini,” tegasnya.

PLTN Bushehr di Iran kembali diserang, Sabtu (4/4/2026) menyebabkan satu petugas keamanan tewas dan memicu evakuasi 198 staf.

Namun serangan tidak menyebabkan kerusakan pada pembangkit nuklir.

Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan 4 kali oleh Amerika Serikat dan Israel pada Maret-April 2026, yang menimbulkan risiko radiasi serius di wilayah Teluk.***